fbpx
Wajib DiKetahui ! Ada 6 Rukun Haji Agar Ibadah Sah

Wajib DiKetahui ! Ada 6 Rukun Haji Agar Ibadah Sah

6 Rukun Haji Yang Wajib Di Laksanakan agar Ibadah Sah

Bagi umat Islam yang mampu, menunaikan ibadah haji merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan emas untuk meraih ridho Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengantarkan pelakunya menuju ketaqwaan yang hakiki.

Menurut istilah, haji adalah mendatangi Kakbah untuk mengadakan amalan tertentu, atau berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

Namun, sebelum memulai perjalanan suci ini, penting untuk memahami fondasi utama ibadah haji, yaitu 6 Rukun Haji yang wajib dipenuhi agar ibadah haji dianggap sah. Mempelajari rukun haji bukan hanya tentang urutannya, tetapi juga makna mendalam di balik setiap amalan.

Makna kata rukun dalam bahasa Arab adalah sudut atau tiang pada suatu bangunan. Rukun juga sering disebut sebagai anggota dari suatu badan atau al-jawarih, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim,

“Dikatakan kepada rukun-rukunnya: Berbicaralah. Maksudnya anggota badan-nya.” (HR Muslim)

Dalam ilmu fikih, rukun didefinisikan sebagai, segala yang membuat sesuatu tidak akan terwujud tanpanya. Dengan demikian, rukun haji adalah segala hal yang tanpa perbuatan itu membuat ibadah haji menjadi tidak sah. Atau dengan kata lain: Segala hal yang tanpanya membuat ibadah haji tidak sah.

Apabila seseorang yang menjalani ibadah haji meninggalkan satu dari beberapa rukun haji, baik disengaja atau tidak sengaja, maka ibadah hajinya itu tidak sah hukumnya.

Rukun haji adalah enam pilar fundamental yang menjadi dasar dan syarat wajib dalam pelaksanaan ibadah haji. Tanpa memenuhi keenam rukun ini, ibadah haji tidak akan dianggap sah dan harus diulang pada tahun berikutnya. Mempelajari rukun haji secara mendalam akan membantu calon jemaah memahami makna dan hikmah di balik setiap amalan, sehingga ibadah haji menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan transformatif.

Pelaksanaan ibadah haji perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun peraturan tersebut disebut sebagai rukun haji. Beribadah haji merupakan suatu keistimewaan dan keharusan bagi kaum muslim yang memenuhi syarat. Agar ibadahnya sah, jemaah perlu mengikuti rukun hajisebagai berikut

1. Ihram

  • Rukun ibadah haji yang pertama adalah berniat dengan mengenakan kain ihram. Adapun kain ihram berwarna serba putih yang menandakan kesucian dan kebersihan.
  • Jemaah laki-laki perlu mengenakan dua kain putih yang tidak dijahit. Salah satunya dililitkan di pinggang hingga ke bawah lutut dan yang lainnya disampirkan di bahu sebelah kiri.
  • Di sisi lain, jemaah perempuan dapat mengenakan pakaian putih menutupi aurat dengan bagian wajah dan tangan yang terbuka.

Ketika memakai ihram, jemaah haji perlu melafalkan niat haji berikut:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat haji dengan berihram karena Allah ta’ala.”

Setelah berniat, jemaah haji DILARANG untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti:

  • Memotong kuku.
  • Memangkas rambut.
  • Memakai wewangian.
  • Menutup wajah bagi perempuan.
  • Menutup kepala bagi laki-laki.
  • Membunuh hewan.
  • Melaksanakan akad nikah.
  • Melakukan hubungan seksual.

2. Wukuf

  • Disebut sebagai puncak ibadah haji, wukuf merupakan ritual berdiam diri di padang Arafah. Rukun haji kedua ini dilakukan pada tanggal 9 hingga 10 Zulhijjah.
  • Berdiam Diri di Arafah: Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf merupakan momen khusyuk untuk memohon ampunan, merenungkan dosa, dan merasakan keagungan Allah SWT. Di sini jemaah diingatkan akan kebesaran Allah dan pentingnya kembali kepada fitrah manusia.
  • Ketika wukuf, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan membaca doa mulai dari tergelincirnya matahari saat Zuhur pada tanggal 9 hingga terbitnya fajar atau Subuh pada tanggal 10.
  • Wukuf merupakan momen bagi jemaah haji untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan. Ibadah inilah yang membedakan pelaksanaan haji dan umrah.

3. Tawaf

  • Setelah wukuf, jemaah haji diwajibkan untuk melaksanakan tawaf. Ibadah ini dilakukan dengan berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali sambil membaca doa.
  • Ibadah tawaf dimulai dan diakhiri dengan jalan kaki sejajar dengan Hajar Aswad. Adapun posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri jemaah.
  • Selama pelaksanaan tawaf, jemaah haji tidak diperbolehkan untuk makan. Namun, jemaah diperbolehkan untuk minum guna mencegah dehidrasi selama berdesak-desakan saat tawaf.
  • Perlu diperhatikan bahwa ibadah tawaf hanya diperbolehkan bagi jemaah yang suci, baik dari hadas kecil maupun besar.

4. Sai

  • Rukun haji berikutnya adalah sai yang merupakan Berlari-lari Kecil antara Safa dan Marwa: Sa’i adalah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa. Ibadah ini memperingati perjuangan Siti Hajar mencari air untuk anaknya, Ismail AS. Sa’i mengajarkan keteguhan, keyakinan, dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi kesulitan.
  • Setiap perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dihitung satu kali perjalanan. Maka dari itu, rangkaian sai berakhir di bukit Marwah.
  • Pelaksanaan sai berhukum sunah bagi jemaah yang suci dari hadas kecil dan besar. Namun, ibadah sai tetap dianggap sah apabila jemaah tidak suci.

5. Tahallul

  • Setelah sai, rukun ibadah haji berikutnya yang perlu dilakukan adalah tahallul atau memotong rambut. Pelaksanaan tahallul menandakan selesainya rangkaian rukun haji.
  • Bagi laki-laki, dianjurkan untuk mencukur rambut hingga gundul. Sekurang-kurangnya rambut dipotong di sebelah kanan, kiri, dan tengah.
  • Adapun untuk perempuan, tahallul dilakukan dengan memotong rambut sekurang-kurangnya tiga helai berukuran sepanjang jari.

6. Tertib

  • Ketentuan haji terakhir yang perlu dipenuhi oleh jemaah adalah melaksanakan serangkaian ibadah dengan tertib.
  • Jika lalai atau melupakan salah satu rangkaian ibadah yang dilakukan secara berurutan, maka haji dianggap tidak sah.

Dengan memahami dan melaksanakan keenam rukun haji dengan baik, insyaAllah ibadah haji Anda menjadi sah dan mabrur, diterima oleh Allah SWT.

Menyempurnakan Ibadah Haji: Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

Menyelesaikan keenam rukun haji merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang muslim. Namun, perjalanan spiritual haji tidak berhenti di situ. Haji menjadi awal dari babak baru dalam kehidupan, di mana jemaah diharapkan membawa nilai-nilai dan keutamaan haji ke dalam kehidupan sehari-hari.

Haji mengajarkan kesederhanaan dan kesetaraan, mengingatkan kita untuk tidak terlena dengan kesenangan duniawi dan fokus pada akhirat. Haji menumbuhkan rasa persaudaraan dan kesatuan umat Islam, menghapus batas-batas sosial dan budaya, dan memperkuat rasa ukhuwah. Haji juga meneguhkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, menanamkan rasa cinta dan takut kepada-Nya, serta memperkuat keyakinan untuk selalu berada di jalan yang benar.

Pulang dari Tanah Suci, jemaah haji diharapkan menjadi insan yang lebih baik dengan akhlak yang mulia, penuh rasa syukur, dan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Semoga perjalanan haji Anda menjadi berkah dan membawa Anda menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh ketaqwaan kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang ingin mewujudkan Niat berhaji, Alhijaz Indowisata hadir sebagai mitra terpercaya dan Travel Haji Plus terbaik di Indonesia dalam membantu Anda merencanakan dan melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan berkesan. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang penyelenggaraan haji dan umrah, Alhijaz berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para jemaah, mulai dari pendaftaran, persiapan, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Hubungi atau klik website resminya di Travel Haji Plus Alhijaz Indowisata atau klik kontak https://bit.ly/infobiayaumroh

Sebagai penutup, ingatlah bahwa haji bukan hanya tentang ritual dan ibadah di Tanah Suci, tetapi tentang transformasi diri yang berkelanjutan. Jadikan haji sebagai titik balik dalam hidup Anda, dan teruslah berusaha untuk menjadi hamba Allah yang taat dan menebar kebaikan di mana pun Anda berada. 

 

Sumber : 6 Rukun Haji yang Harus Diperhatikan, Calon Jemaah Wajib Tahu