Biaya Jasa Badal Umroh 2021

https://alhijazindowisata.info/biaya-haji-plus-visa-furoda/

BIAYA JASA BADAL UMROH 2021 

Mengumrohkan orang lain dan hukumnya boleh dengan ketentuan bahwa orang yang menjadi wakil harus sudah melakukan umroh bagi dirinya dan yang diwakili (diumrohkan itu) telah mampu untuk pergi umroh tetapi dia tidak dapat melaksanakan sendiri karena sakit yang tidak dapat diharapkan sembuhnya. (Udzur Syar'i) yang menghilangkan istitha'ahnya (kemampuannya) atau karena meninggal dunia setelah dia berniat umroh. Orang laki - laki boleh mengerjakan untuk laki - laki dan perempuan, demikian pula sebaliknya.

Biaya Jasa Badal Umroh 2021 akan mendapatkan :

  • Setifikat Umroh
  • Al Qur’an
  • Sajadah

 

Note :

Biaya Jasa Badal Umroh 2021 Di kerjakan oleh Ustadz-Ustadz Travel Alhijaz Indowisata yang sudah berhaji, berpengalaman dan amanah
Berkas dan Biaya paling lambat diserahkan sebelum pengerjaan Jasa Badal Umroh
Sertifikat dan lainnya diserahkan setelah Pelaksanaan Jasa Badal Umroh
Bagi keluarga yang membadalkan apabila sedang melaksanakan ibadah umroh bisa bertemu langsung dengan ustad yang melaksanakan badal dan langsung menerima sertifikat badal umroh

Cara Mendaftar Biaya Jasa Badal Umroh 2021

Cara mendaftarkan Biaya Jasa Badal Umroh 2021 di Travel Umroh Haji Plus Alhijaz Indowisata Sebagai Berikut :

  • ➽ Hubungi kami Via Telpon/ SMS/ Whatsapp di Nomer 082124065740, 087776762202
  • ➽ Berikan Nama Anggota Keluarga Yang Akan Di Badal Umroh kan. Nama Harus Lengkap Berikut Nama Ayah Kandung
  • ➽ Transper Biaya Jasa Badal Umroh 2021 sebesar 2,5 Juta Rupiah ke Rekening PT. Alhijaz Indowisata
  • ➽ Setelah Transper Berikan Bukti Tranper Bank Kepada Agent atau Marketing Yang Menghubungi Anda Dan Kantor Travel Alhijaz Indowisata Akan Memproses Jasa Badal Umroh.
  • ➽ Pihak Kami Akan Menghubungi Ustad Yang Berada di Saudia Arabia Dan Video Niat Dan Pelaksanaan Umroh Akan di Kirimkan Kepada Anda Sebagai Bukti Kalau Pelaksanaan Umroh Sudah di Kerjakan.
  • ➽ Anda Akan Di Berikan Serifikat Badal Umroh Atas Nama Anggota Keluarga Yang Sudah Di Umrohkan Dan Souvenir Alquran Dan Sejadah. 

Biaya Jasa Badal Umroh 2021

 

Biaya Jasa Badal Umroh 2021

Artikel Tentang Badal Umroh

Mungkin orang tua atau saudara Anda tidak seberuntung Anda yang masih bisa umroh semasa hidupnya, atau masih bisa umroh saat sehat. Banyak dari orang tua kita yang tidak sempat mencicipi lezatnya ibadah haji ataupun umroh. Namun, Anda bisa melakukan ibadah haji dan umroh untuk mereka. Kegiatan ini biasa disebut badal haji atau badal umroh.

Badal haji atau badal umroh bisa dilakukan bukan hanya untuk orang yang sudah meninggal, tetapi juga untuk orang yang sudah tua renta dan sakit-sakitan sehingga sudah tidak memungkinkan untuk pergi ke Baitullah.

Badal haji dan badal umroh memiliki sayarat yang sama, tetapi untuk tahapannya tentu ibadah haji dan umroh memiliki tahapan yang berbeda.

Hukum Badal Umroh

Badal Umroh adal atau mengumrohkan orang lain sebenarnya tidak ada dalil langsung yang menyebutkan kebolehannya. Namun, para ulama terdahulu mengqiyaskannya dengan hukum badal haji. Badal haji memiliki dalil yang jelas dari hadist Rasulullah salallahu’alayhi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang mengucapkan, “Labbaik ‘an Syubrumah (aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah, atas nama Syubrumah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Memangnya siapa Syubrumah?”

Ia menjawab, “Syubrumah adalah saudaraku atau kerabatku.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Engkau sudah berhaji untuk dirimu?”

Ia menjawab, “Belum.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memberi saran, “Berhajilah untuk dirimu dahulu, barulah berhaji atas nama Syubrumah.” (HR. Abu Daud, no. 1811 di sahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Para fuqaha (ahli fiqih) secara umum membolehkan menunaikan umroh untuk orang lain karena umroh sama halnya dengan haji boleh ada badal di dalamnya. Karena haji dan umroh sama-sama ibadah badan dan harta. Namun beberapa ulama besar berbeda mengenai rincian syarat-syaratnya.

Syarat dan Ketentuan Badal Umroh

1. Tidak sah menggantikan ibadah haji atau umroh orang yang fisiknya masih mampu melakukan ibadah tersbut.
Ulama terdahulu, Ibnul Mundzir berkata, “Para ulama sepakat bahwa siapa yang punya kewajiban menunaikan haji Islam dan ia mampu untuk berangkat haji, maka tidak sah jika yang lain menghajikan dirinya.”

2. Badal umroh hanya untuk orang sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya, atau untuk orang yang tidak mampu secara fisik, atau untuk orang yang telah meninggal dunia.
3. Membadalkan umroh bukan untuk orang yang tidak mampu secara harta.
Karena hukum wajibnya berhaji atau umroh hanya untuk orang yang mampu juga dari segi finansial. Jadi jika yang dibadalkan haji atau umrohnya itu miskin (tidak mampu dilihat dari hartanya), maka gugur kewajibannya. Membadalkan umroh hanya untuk orang yang tidak mampu secara fisik saja.

4. Orang yang membadalkan umroh harus yang telah menunaikan umroh terlebih dahulu.
Begitupun badal haji, tidak boleh seseorang membadalkan haji orang lain kecuali ia telah menunaikan haji yang wajib untuk dirinya. Jika ia belum berhaji untuk diri sendiri tetapi ia menghajikan orang lain, maka hajinya akan jatuh pada dirinya sendiri.

5. Wanita boleh membadalkan umroh pria, begitupun sebaliknya.
Maka bagi anak perempuan yang ingin membadalkan umroh ayahnya yang sudah meninggal, sah hukumnya. Begitupun anak laki-laki yang membadalkan umroh ibunya yang sudah meninggal.

6. Tidak boleh membadalkan umroh dua orang atau lebih sekaligus dalam sekali ibadah.
Saat ini banyak biro badal haji dan umroh dari Indonesia yang ada di Mekkah membuka jasa badal. Namun, dalam rangka bisnis, untuk menekan biaya, sebagian mereka membadal haji dan umrohkan sekaligus dua sampai 10 orang. Hal tersebut tentunya keluar dari batas syariat. Jadi jangan sampai tertipu dengan sindikat para penipu dalam ibadah badal haji dan umroh.

Tata Cara Badal Umroh

Dalam melaksanakan badal umroh, Anda diharuskan beribadah umroh dahulu untuk diri sendiri. Mulai dari urutan ihram umroh dari miqot yang Anda lewati. Kemudian, jika Anda telah menyempurnakan umroh untuk diri Anda, dengan thawaf dan sa’i serta memendekkan rambut, maka Anda dapat keluar ke Tan’im atau tempat lainnya di tanah halal (di luar tanah haram).

Kemudian Anda ihram umroh untuk orang yang dibadalkan umrohnya tersebut. Semisal ayah Anda, maka lafadz ihram umroh atau niat umroh yang diucapkan ialah, “Labbaika Allahumma bi Umratin an Abii.” Kemudian Anda thawaf dan sa’i serta memendekkan rambut lagi. Anda tidak diwajibkan kembali ke miqot untuk ihram umroh untuk ayah Anda.

Ketua dewan fatwa Saudi Arabia terdahulu, Syekh Bin Baz berkata, “Jika Anda ingin menunaikan umroh untuk diri Anda dan untuk orang lain yang telah meninggal dunia, atau untuk orang yang sudah tidak mampu fisiknya, maka yang wajib Anda lakukan adalah Anda ihram dari miqot yang Anda lewati. Jika Anda selesai melakukan amalan umroh atau haji, maka tidak mengapa bagi anda untuk umroh untuk diri Anda dari tanah halal terdekat. Seperti Tan’im, Ja’ronah, dan sebagainya.

Anda tidak diharuskan kembali ke miqot. Karena dahulu Aisyah radhiallahu anha melakukan ihram umroh dari miqot Madinah bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam haji Wada. Setelah selesai melaksanakan haji dan umrohnya, dia minta izin kepada Nabi untuk melakukan umroh secara tersendiri (tidak digabung dengan haji).

Maka Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saudaranya Abdurrahman untuk mengantarkannya pergi ke Tan’im, kemudian dia umroh setelah haji. Beliau tidak memerintahkannya untuk kembali ke miqot. Sebelumnya dia telah memasukkan niat ke dalam umrohnya yang ihramnya dia lakukan di miqot, berdasarkan perintah Raslullah shallallahu alaihi wa sallam, karena dia mengaami haidh sebelum menunaikan amalan umrohnya.

Hadist Tentang Badal Umroh

HADIST TENTANG BADAL HAJI DAN BADAL UMROH :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ خَثْعَمَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِى شَيْخٌ كَبِيرٌ عَلَيْهِ فَرِيضَةُ اللَّهِ فِى الْحَجِّ وَهُوَ لاَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْتَوِىَ عَلَى ظَهْرِ بَعِيرِهِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « فَحُجِّى عَنْهُ ».

1. Hadist riwayat Ibnu Abbas dari al-Fadl: ”Seorang perempuan dari kabilah Khats’am bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, ayahku telah wajib haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan?”. Jawab Rasulullah: ”Kalau begitu lakukanlah haji untuk dia!” (H.R. Bukhari, Muslim dll.).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّى نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ ، فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ . حُجِّى عَنْهَا ، أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ ، فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ »

2. Hadist riwayat Ibnu Abbas ra: ” Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Nabi s.a.w., ia bertanya: “Wahai Nabi Saw, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?. Rasulullah menjawab: Ya, hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi” (H.R. Bukhari & Nasa’i).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ :مَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ أَخٌ لِى أَوْ قَرِيبٌ لِى. قَالَ « حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ». قَالَ لاَ. قَالَ « حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ».

3. Riwayat Ibnu Abbas, pada saat melaksanakan haji, Rasulullah s.a.w. mendengar seorang lelaki berkata “Labbaik ‘an Syubrumah” (Labbaik/aku memenuhi pangilanMu ya Allah, untuk Syubrumah), lalu Rasulullah bertanya “Siapa Syubrumah?”. ”Dia saudaraku, wahaiRasulullah”, jawab lelaki itu. “Apakah kamu sudah pernah haji?” Rasulullah bertanya. “Belum” jawabnya. “Berhajilah untuk dirimu, lalu berhajilah untuk Syubrumah”, lanjut Rasulullah. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain). Syekh al-Albani menilai hadis ini shahih[5].
Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:

  • Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.
  • Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berumroh karena sakit atau telah berusia senja.
  • Orang yang dibadalkan umrohnya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan umrohnya.

 

KONSULTASI UMROH
PT. Alhijaz Indowisata Tour & Travel
Graha Alhijaz Jl. Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur 13630Contact Person
Nurti P. Purbasari 082124065740, 087776762202
Call Now Button