Badal Umroh

 

Badal Umroh adalah Menggantikan Orang Lain Dalam Melaksanakan Ibdaha Umroh. Pelaksanaan Badak Umroh Boleh di Lakukan Oleh Keluarga atau Orang Lain Yang Tidak Ada Hubungannya dengan Orang Yang Akan Di Badalkan. Tetapi Dengan Syarat Orang Yang Di Badalkan Sudah Meninggal Atau Yang Masih Hidup Namun Tidak Memiliki Kemampuan Untuk Melakukan Ibadah Umroh. 

Di tengah situasi sekarang ini yang sedang pandemi dimana Dua kota suci Mekkah dan Madinah Tidak Dapat Secara Pasti Kapan Waktu di Buka Untuk Di Kunjungi Oleh Jamaah Dari Seluruh Dunia Maka Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya Merupakan Salah Satu Solusi Untuk kita Supaya Dapat Terus Beribadah

Pahala Badal Umroh

Pahala suatu ibadah didapatkan oleh setiap orang sesuai amalan yang dia kerjakan secara pribadi. Tetapi, ada beberapa ibadah yang dikecualikan oleh dalil bahwa pahalanya dapat diteruskan kepada orang lain. Yaitu pahala Haji dan Umroh. Walaupun Umroh dan Haji dilakukan oleh orang lain (badal umroh / haji) namun pahalanya dapat diteruskan kepada yang diniatkan. Tentu hal ini harus sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Syarat Badal Umroh

Karena kita di Indonesia mayoritas menganut mahdzab Imam Syafii, maka kita mengikuti pendapat beliau dimana boleh menunaikan ibadah umrah yang sunnah jika yang di gantikan tidak mampu menunaikan sendiri sebagaimana boleh juga menunaikannya unruk mayit atau yang sudah meninggal dunia.

Syarat Orang Yang Di Badal Umroh

  1. Beragama Islam
  2. Di Peruntukankan Yang Telah Uzur. Di maksud telah uzur di sini adalah orang yang telah di wakilkan sudah tidak mampu karena alasan fisik, seperti tua renta atau dalam keadaan sakit sehiggga tidak memungkinkan untuk melaksanakan umroh dan sulit di harapkan kesembuhannya.
  3. Di Peruntukan Orang Yang Sudah Meninggal.
  4. Untuk Saru Orang Dengan Sekali Ibadah. Hanya Boleh membadalkan untuk 1 Orang Tidak Boleh Lebih Dalam Sekali Pelaksanaan Badal Umroh.

Kenapa Tidak Badal Haji Saja

Yaa Betul.. Kenapa Tidak Badal Haji saja sekalian ?? Kenapa Harus Badal Umroh ??

Berikut Ini Beberapa Perimbangan Mengapa Kami Travel Alhijaz Indowisata Menyelenggarakan Badal Umroh

  • Badal Umroh Bisa Dilakukan Kapan sajaSedangkan Badal Haji Hanya Bisa Di Lakukan Pada Musim Haji saja ( 9 Zulhujah )
  • Bdala Haji Belum Tentu Dapat Di Lakukan Sehubungan Dengan Kondidi saat ini yang sedang pandemi, Jamaah Haji Sangat Di Batasi. Pengalaman Haji 1441 Hijriyah (Tahun 2020) Pemerintahan Saudia Hanya Membatasi Jamaah Haji Sebanyak 1000 Jamaah.
  • Badal Umroh Jauh Lebih Murah Dan Ekonomis Biayanya Di Bandingkan Badal Haji ( Rata rata Lebih dari Rp. 10 Juta)
  • Kesempatan Bagi Pihak Keluarga Atau Kerabat Yang Ingin Memberikan Amal Jariyah Untuk Keluarga Yang Sudah Meninggal Dunia.

Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya

Travel Umroh Haji Plus Alhijaz Indowisata Menyelenggarakan Badal Umroh atau Mengumrohkan Orang Lain Sesuai Dengan l Ketentuan Hukum Tentang Badal Umroh. Adapun Biaya Badal Umroh Di Travel Umroh Haji Plus Alhijaz Indowisata Sebagai Berikut :

https://alhijazindowisata.info/biaya-haji-plus-visa-furoda/

BIAYA JASA BADAL UMROH 2021 

BIAYA BADAL

UMROH 2021

BIAYA BADAL UMROH

RP. 2.500.000,-

WAKTU PELAKSANAAN

SESUAI PERMINTAAN

FASILITAS

SERTIFIKAT 

CUPLIKAN VIDEO SAAT PELAKSANAAN BADAL UMROH

BONUS

ALQURAN

SEJADAH

Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya akan mendapatkan :

  • Setifikat Umroh
  • Al Qur’an
  • Sajadah

Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya

Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya

Catatan :

  • Badal Umroh Di kerjakan oleh Ustadz-Ustadz Travel Alhijaz Indowisata yang sudah berhaji, berpengalaman dan amanah
  • Berkas dan Biaya paling lambat diserahkan sebelum pengerjaan Jasa Badal Umroh
  • Sertifikat dan lainnya diserahkan setelah Pelaksanaan Jasa Badal Umroh
  • Bagi keluarga yang membadalkan apabila sedang melaksanakan ibadah umroh bisa bertemu langsung dengan ustad yang melaksanakan badal dan langsung menerima sertifikat badal umroh

Cara Mendaftar Badal Umroh

Cara mendaftarkan Biaya Badal Umroh Amanah & Terpercaya di Travel Umroh Haji Plus Alhijaz Indowisata Sebagai Berikut :

  • Hubungi kami Via Telpon/ SMS/ Whatsapp di Nomer 082124065740, 087776762202
  • Berikan Nama Anggota Keluarga Yang Akan Di Badal Umroh kan. Nama Harus Lengkap Berikut Nama Ayah Kandung
  • Transper Biaya Badal Umroh sebesar 2,5 Juta Rupiah ke Rekening PT. Alhijaz Indowisata
  • Setelah Transper Berikan Bukti Tranper Bank Kepada Agent atau Marketing Yang Menghubungi Anda Dan Kantor Travel Alhijaz Indowisata Akan Memproses Jasa Badal Umroh.
  • Pihak Kami Akan Menghubungi Ustad Yang Berada di Saudia Arabia Dan Video Niat Dan Pelaksanaan Umroh Akan di Kirimkan Kepada Anda Sebagai Bukti Kalau Pelaksanaan Umroh Sudah di Kerjakan.
  • Anda Akan Di Berikan Serifikat Badal Umroh Atas Nama Anggota Keluarga Yang Sudah Di Umrohkan Dan Souvenir Alquran Dan Sejadah. 

 

Dukumentasi Biaya Badal Umroh 

KONSULTASI UMROH
PT. Alhijaz Indowisata Tour & Travel
Graha Alhijaz Jl. Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur 13630Contact Person
Nurti P. Purbasari 082124065740, 087776762202

Artikel Tentang Badal Umroh

Mungkin orang tua atau saudara Anda tidak seberuntung Anda yang masih bisa umroh semasa hidupnya, atau masih bisa umroh saat sehat. Banyak dari orang tua kita yang tidak sempat mencicipi lezatnya ibadah haji ataupun umroh. Namun, Anda bisa melakukan ibadah haji dan umroh untuk mereka. Kegiatan ini biasa disebut badal haji atau badal umroh.

Badal haji atau badal umroh bisa dilakukan bukan hanya untuk orang yang sudah meninggal, tetapi juga untuk orang yang sudah tua renta dan sakit-sakitan sehingga sudah tidak memungkinkan untuk pergi ke Baitullah.

Badal haji dan badal umroh memiliki sayarat yang sama, tetapi untuk tahapannya tentu ibadah haji dan umroh memiliki tahapan yang berbeda.

Hukum Badal Umroh

 

 

Badal Umroh adal atau mengumrohkan orang lain sebenarnya tidak ada dalil langsung yang menyebutkan kebolehannya. Namun, para ulama terdahulu mengqiyaskannya dengan hukum badal haji. Badal haji memiliki dalil yang jelas dari hadist Rasulullah salallahu’alayhi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang mengucapkan, “Labbaik ‘an Syubrumah (aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah, atas nama Syubrumah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Memangnya siapa Syubrumah?”

Ia menjawab, “Syubrumah adalah saudaraku atau kerabatku.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Engkau sudah berhaji untuk dirimu?”

Ia menjawab, “Belum.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memberi saran, “Berhajilah untuk dirimu dahulu, barulah berhaji atas nama Syubrumah.” (HR. Abu Daud, no. 1811 di sahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Para fuqaha (ahli fiqih) secara umum membolehkan menunaikan umroh untuk orang lain karena umroh sama halnya dengan haji boleh ada badal di dalamnya. Karena haji dan umroh sama-sama ibadah badan dan harta. Namun beberapa ulama besar berbeda mengenai rincian syarat-syaratnya.

Syarat dan Ketentuan Badal Umroh

1. Tidak sah menggantikan ibadah haji atau umroh orang yang fisiknya masih mampu melakukan ibadah tersbut.
Ulama terdahulu, Ibnul Mundzir berkata, “Para ulama sepakat bahwa siapa yang punya kewajiban menunaikan haji Islam dan ia mampu untuk berangkat haji, maka tidak sah jika yang lain menghajikan dirinya.”

2. Badal umroh hanya untuk orang sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya, atau untuk orang yang tidak mampu secara fisik, atau untuk orang yang telah meninggal dunia.
3. Membadalkan umroh bukan untuk orang yang tidak mampu secara harta.
Karena hukum wajibnya berhaji atau umroh hanya untuk orang yang mampu juga dari segi finansial. Jadi jika yang dibadalkan haji atau umrohnya itu miskin (tidak mampu dilihat dari hartanya), maka gugur kewajibannya. Membadalkan umroh hanya untuk orang yang tidak mampu secara fisik saja.

4. Orang yang membadalkan umroh harus yang telah menunaikan umroh terlebih dahulu.
Begitupun badal haji, tidak boleh seseorang membadalkan haji orang lain kecuali ia telah menunaikan haji yang wajib untuk dirinya. Jika ia belum berhaji untuk diri sendiri tetapi ia menghajikan orang lain, maka hajinya akan jatuh pada dirinya sendiri.

5. Wanita boleh membadalkan umroh pria, begitupun sebaliknya.
Maka bagi anak perempuan yang ingin membadalkan umroh ayahnya yang sudah meninggal, sah hukumnya. Begitupun anak laki-laki yang membadalkan umroh ibunya yang sudah meninggal.

6. Tidak boleh membadalkan umroh dua orang atau lebih sekaligus dalam sekali ibadah.
Saat ini banyak biro badal haji dan umroh dari Indonesia yang ada di Mekkah membuka jasa badal. Namun, dalam rangka bisnis, untuk menekan biaya, sebagian mereka membadal haji dan umrohkan sekaligus dua sampai 10 orang. Hal tersebut tentunya keluar dari batas syariat. Jadi jangan sampai tertipu dengan sindikat para penipu dalam ibadah badal haji dan umroh.

Tata Cara Badal Umroh

Dalam melaksanakan badal umroh, Anda diharuskan beribadah umroh dahulu untuk diri sendiri. Mulai dari urutan ihram umroh dari miqot yang Anda lewati. Kemudian, jika Anda telah menyempurnakan umroh untuk diri Anda, dengan thawaf dan sa’i serta memendekkan rambut, maka Anda dapat keluar ke Tan’im atau tempat lainnya di tanah halal (di luar tanah haram).

Kemudian Anda ihram umroh untuk orang yang dibadalkan umrohnya tersebut. Semisal ayah Anda, maka lafadz ihram umroh atau niat umroh yang diucapkan ialah, “Labbaika Allahumma bi Umratin an Abii.” Kemudian Anda thawaf dan sa’i serta memendekkan rambut lagi. Anda tidak diwajibkan kembali ke miqot untuk ihram umroh untuk ayah Anda.

Ketua dewan fatwa Saudi Arabia terdahulu, Syekh Bin Baz berkata, “Jika Anda ingin menunaikan umroh untuk diri Anda dan untuk orang lain yang telah meninggal dunia, atau untuk orang yang sudah tidak mampu fisiknya, maka yang wajib Anda lakukan adalah Anda ihram dari miqot yang Anda lewati. Jika Anda selesai melakukan amalan umroh atau haji, maka tidak mengapa bagi anda untuk umroh untuk diri Anda dari tanah halal terdekat. Seperti Tan’im, Ja’ronah, dan sebagainya.

Anda tidak diharuskan kembali ke miqot. Karena dahulu Aisyah radhiallahu anha melakukan ihram umroh dari miqot Madinah bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam haji Wada. Setelah selesai melaksanakan haji dan umrohnya, dia minta izin kepada Nabi untuk melakukan umroh secara tersendiri (tidak digabung dengan haji).

Maka Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saudaranya Abdurrahman untuk mengantarkannya pergi ke Tan’im, kemudian dia umroh setelah haji. Beliau tidak memerintahkannya untuk kembali ke miqot. Sebelumnya dia telah memasukkan niat ke dalam umrohnya yang ihramnya dia lakukan di miqot, berdasarkan perintah Raslullah shallallahu alaihi wa sallam, karena dia mengaami haidh sebelum menunaikan amalan umrohnya.

Hadist Tentang Badal Umroh

HADIST TENTANG BADAL HAJI DAN BADAL UMROH :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ خَثْعَمَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِى شَيْخٌ كَبِيرٌ عَلَيْهِ فَرِيضَةُ اللَّهِ فِى الْحَجِّ وَهُوَ لاَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْتَوِىَ عَلَى ظَهْرِ بَعِيرِهِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « فَحُجِّى عَنْهُ ».

1. Hadist riwayat Ibnu Abbas dari al-Fadl: ”Seorang perempuan dari kabilah Khats’am bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, ayahku telah wajib haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan?”. Jawab Rasulullah: ”Kalau begitu lakukanlah haji untuk dia!” (H.R. Bukhari, Muslim dll.).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّى نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ ، فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ . حُجِّى عَنْهَا ، أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ ، فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ »

2. Hadist riwayat Ibnu Abbas ra: ” Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Nabi s.a.w., ia bertanya: “Wahai Nabi Saw, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?. Rasulullah menjawab: Ya, hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi” (H.R. Bukhari & Nasa’i).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ :مَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ أَخٌ لِى أَوْ قَرِيبٌ لِى. قَالَ « حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ». قَالَ لاَ. قَالَ « حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ».

3. Riwayat Ibnu Abbas, pada saat melaksanakan haji, Rasulullah s.a.w. mendengar seorang lelaki berkata “Labbaik ‘an Syubrumah” (Labbaik/aku memenuhi pangilanMu ya Allah, untuk Syubrumah), lalu Rasulullah bertanya “Siapa Syubrumah?”. ”Dia saudaraku, wahaiRasulullah”, jawab lelaki itu. “Apakah kamu sudah pernah haji?” Rasulullah bertanya. “Belum” jawabnya. “Berhajilah untuk dirimu, lalu berhajilah untuk Syubrumah”, lanjut Rasulullah. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain). Syekh al-Albani menilai hadis ini shahih[5].
Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:

  • Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.
  • Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berumroh karena sakit atau telah berusia senja.
  • Orang yang dibadalkan umrohnya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan umrohnya.

 

KONSULTASI UMROH
PT. Alhijaz Indowisata Tour & Travel
Graha Alhijaz Jl. Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur 13630Contact Person
Nurti P. Purbasari 082124065740, 087776762202
Call Now Button