fbpx
Wajib DiKetahui ! Ada 6 Rukun Haji Agar Ibadah Sah

Wajib DiKetahui ! Ada 6 Rukun Haji Agar Ibadah Sah

6 Rukun Haji Yang Wajib Di Laksanakan agar Ibadah Sah

Bagi umat Islam yang mampu, menunaikan ibadah haji merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan emas untuk meraih ridho Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengantarkan pelakunya menuju ketaqwaan yang hakiki.

Menurut istilah, haji adalah mendatangi Kakbah untuk mengadakan amalan tertentu, atau berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

Namun, sebelum memulai perjalanan suci ini, penting untuk memahami fondasi utama ibadah haji, yaitu 6 Rukun Haji yang wajib dipenuhi agar ibadah haji dianggap sah. Mempelajari rukun haji bukan hanya tentang urutannya, tetapi juga makna mendalam di balik setiap amalan.

Makna kata rukun dalam bahasa Arab adalah sudut atau tiang pada suatu bangunan. Rukun juga sering disebut sebagai anggota dari suatu badan atau al-jawarih, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim,

“Dikatakan kepada rukun-rukunnya: Berbicaralah. Maksudnya anggota badan-nya.” (HR Muslim)

Dalam ilmu fikih, rukun didefinisikan sebagai, segala yang membuat sesuatu tidak akan terwujud tanpanya. Dengan demikian, rukun haji adalah segala hal yang tanpa perbuatan itu membuat ibadah haji menjadi tidak sah. Atau dengan kata lain: Segala hal yang tanpanya membuat ibadah haji tidak sah.

Apabila seseorang yang menjalani ibadah haji meninggalkan satu dari beberapa rukun haji, baik disengaja atau tidak sengaja, maka ibadah hajinya itu tidak sah hukumnya.

Rukun haji adalah enam pilar fundamental yang menjadi dasar dan syarat wajib dalam pelaksanaan ibadah haji. Tanpa memenuhi keenam rukun ini, ibadah haji tidak akan dianggap sah dan harus diulang pada tahun berikutnya. Mempelajari rukun haji secara mendalam akan membantu calon jemaah memahami makna dan hikmah di balik setiap amalan, sehingga ibadah haji menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan transformatif.

Pelaksanaan ibadah haji perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun peraturan tersebut disebut sebagai rukun haji. Beribadah haji merupakan suatu keistimewaan dan keharusan bagi kaum muslim yang memenuhi syarat. Agar ibadahnya sah, jemaah perlu mengikuti rukun hajisebagai berikut

1. Ihram

  • Rukun ibadah haji yang pertama adalah berniat dengan mengenakan kain ihram. Adapun kain ihram berwarna serba putih yang menandakan kesucian dan kebersihan.
  • Jemaah laki-laki perlu mengenakan dua kain putih yang tidak dijahit. Salah satunya dililitkan di pinggang hingga ke bawah lutut dan yang lainnya disampirkan di bahu sebelah kiri.
  • Di sisi lain, jemaah perempuan dapat mengenakan pakaian putih menutupi aurat dengan bagian wajah dan tangan yang terbuka.

Ketika memakai ihram, jemaah haji perlu melafalkan niat haji berikut:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat haji dengan berihram karena Allah ta’ala.”

Setelah berniat, jemaah haji DILARANG untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti:

  • Memotong kuku.
  • Memangkas rambut.
  • Memakai wewangian.
  • Menutup wajah bagi perempuan.
  • Menutup kepala bagi laki-laki.
  • Membunuh hewan.
  • Melaksanakan akad nikah.
  • Melakukan hubungan seksual.

2. Wukuf

  • Disebut sebagai puncak ibadah haji, wukuf merupakan ritual berdiam diri di padang Arafah. Rukun haji kedua ini dilakukan pada tanggal 9 hingga 10 Zulhijjah.
  • Berdiam Diri di Arafah: Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf merupakan momen khusyuk untuk memohon ampunan, merenungkan dosa, dan merasakan keagungan Allah SWT. Di sini jemaah diingatkan akan kebesaran Allah dan pentingnya kembali kepada fitrah manusia.
  • Ketika wukuf, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan membaca doa mulai dari tergelincirnya matahari saat Zuhur pada tanggal 9 hingga terbitnya fajar atau Subuh pada tanggal 10.
  • Wukuf merupakan momen bagi jemaah haji untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan. Ibadah inilah yang membedakan pelaksanaan haji dan umrah.

3. Tawaf

  • Setelah wukuf, jemaah haji diwajibkan untuk melaksanakan tawaf. Ibadah ini dilakukan dengan berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali sambil membaca doa.
  • Ibadah tawaf dimulai dan diakhiri dengan jalan kaki sejajar dengan Hajar Aswad. Adapun posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri jemaah.
  • Selama pelaksanaan tawaf, jemaah haji tidak diperbolehkan untuk makan. Namun, jemaah diperbolehkan untuk minum guna mencegah dehidrasi selama berdesak-desakan saat tawaf.
  • Perlu diperhatikan bahwa ibadah tawaf hanya diperbolehkan bagi jemaah yang suci, baik dari hadas kecil maupun besar.

4. Sai

  • Rukun haji berikutnya adalah sai yang merupakan Berlari-lari Kecil antara Safa dan Marwa: Sa’i adalah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa. Ibadah ini memperingati perjuangan Siti Hajar mencari air untuk anaknya, Ismail AS. Sa’i mengajarkan keteguhan, keyakinan, dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi kesulitan.
  • Setiap perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dihitung satu kali perjalanan. Maka dari itu, rangkaian sai berakhir di bukit Marwah.
  • Pelaksanaan sai berhukum sunah bagi jemaah yang suci dari hadas kecil dan besar. Namun, ibadah sai tetap dianggap sah apabila jemaah tidak suci.

5. Tahallul

  • Setelah sai, rukun ibadah haji berikutnya yang perlu dilakukan adalah tahallul atau memotong rambut. Pelaksanaan tahallul menandakan selesainya rangkaian rukun haji.
  • Bagi laki-laki, dianjurkan untuk mencukur rambut hingga gundul. Sekurang-kurangnya rambut dipotong di sebelah kanan, kiri, dan tengah.
  • Adapun untuk perempuan, tahallul dilakukan dengan memotong rambut sekurang-kurangnya tiga helai berukuran sepanjang jari.

6. Tertib

  • Ketentuan haji terakhir yang perlu dipenuhi oleh jemaah adalah melaksanakan serangkaian ibadah dengan tertib.
  • Jika lalai atau melupakan salah satu rangkaian ibadah yang dilakukan secara berurutan, maka haji dianggap tidak sah.

Dengan memahami dan melaksanakan keenam rukun haji dengan baik, insyaAllah ibadah haji Anda menjadi sah dan mabrur, diterima oleh Allah SWT.

Menyempurnakan Ibadah Haji: Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

Menyelesaikan keenam rukun haji merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang muslim. Namun, perjalanan spiritual haji tidak berhenti di situ. Haji menjadi awal dari babak baru dalam kehidupan, di mana jemaah diharapkan membawa nilai-nilai dan keutamaan haji ke dalam kehidupan sehari-hari.

Haji mengajarkan kesederhanaan dan kesetaraan, mengingatkan kita untuk tidak terlena dengan kesenangan duniawi dan fokus pada akhirat. Haji menumbuhkan rasa persaudaraan dan kesatuan umat Islam, menghapus batas-batas sosial dan budaya, dan memperkuat rasa ukhuwah. Haji juga meneguhkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, menanamkan rasa cinta dan takut kepada-Nya, serta memperkuat keyakinan untuk selalu berada di jalan yang benar.

Pulang dari Tanah Suci, jemaah haji diharapkan menjadi insan yang lebih baik dengan akhlak yang mulia, penuh rasa syukur, dan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Semoga perjalanan haji Anda menjadi berkah dan membawa Anda menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh ketaqwaan kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang ingin mewujudkan Niat berhaji, Alhijaz Indowisata hadir sebagai mitra terpercaya dan Travel Haji Plus terbaik di Indonesia dalam membantu Anda merencanakan dan melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan berkesan. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang penyelenggaraan haji dan umrah, Alhijaz berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para jemaah, mulai dari pendaftaran, persiapan, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Hubungi atau klik website resminya di Travel Haji Plus Alhijaz Indowisata atau klik kontak https://bit.ly/infobiayaumroh

Sebagai penutup, ingatlah bahwa haji bukan hanya tentang ritual dan ibadah di Tanah Suci, tetapi tentang transformasi diri yang berkelanjutan. Jadikan haji sebagai titik balik dalam hidup Anda, dan teruslah berusaha untuk menjadi hamba Allah yang taat dan menebar kebaikan di mana pun Anda berada. 

 

Sumber : 6 Rukun Haji yang Harus Diperhatikan, Calon Jemaah Wajib Tahu

Jenis Haji, Rukun Dan Keutamaan Haji

Yang Wajib DiKetahui Jenis Haji, Rukun Dan Keutamaan Haji

Ibadah haji termasuk dalam satu dari lima rukun Islam. Haji adalah fondasi tegaknya agama Islam. Haji berada di urutan kelima rukun Islam, setelah syahadat, sholat, puasa dan zakat.
Mengutip buku Fikih Madrasah Aliyah oleh Harjan Syuhada dan Sungarso, haji dalam bahasa berarti menyengaja atau menuju. Secara istilah, haji adalah menyengaja mengunjungi Kakbah di Makkah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT pada waktu tertentu dengan cara tertentu pula.

Pelaksanaan haji hukumnya adalah wajib bagi yang mampu. Kewajiban haji tercantum dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran ayat 97.

Surah Ali Imran ayat 97 Arab, Latin dan Artinya

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Arab Latin: Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn

Artinya: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu109) mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.


Quran Kemenag memberikan penjelasan untuk orang yang mampu dalam ayat di atas. Kriteria mampu di sini adalah sanggup mendapatkan perbekalan, alat transportasi, sehat jasmani, perjalanan aman, dan keluarga yang ditinggalkan terjamin kehidupannya.

Jenis Haji

Mengapa pelaksanaan ibadah haji masih terbagi lagi? Ini berkaitan dengan waktu pelaksanaanya. Karena setiap jamaah terbagi menjadi beberapa kelompok terbang. Ada yang datang duluan, ada yang datang berdekatan di bulan Zulhijah, sehingga fiqih mengatur terbaginya Jenis Haji menjadi tiga.

Ada yang mengerjakan umrah terlebih dahulu baru haji, ada yang mengerjakan haji terlebih dahulu baru umrah dan ada yang meniatkan haji bersamaan dengan umrah. Berikut penjelasan 3 Jenis Haji yang perlu diketahui yang diambil dari beberapa referensi :

1. Haji Ifrad

Haji Ifrad adalah jenis haji yang mendahulukan ibadah haji, baru umrah. Dari segi bahasa, kata Ifrad adalah bentuk mashdar dari akar kata afrada yang bermakna menjadikan sesuatu itu sendirian, atau memisahkan sesuatu yang bergabung menjadi sendiri-sendiri.

Setiba di Mekkah, jamaah melakukan thowaf qudum (thowaf diawal kedatangan di Mekkah), kemudian sholat dua raka’at di belakang maqom Ibrahim. Setelah itu melakukan sa’i antara bukit Shofa dan Marwah untuk hajinya tersebut (tanpa bertahalul), lalu menetapkan diri dalam kondisi berihrom. Dalam keadaan ini, jamaah tidak boleh melakukan segala hal-hal yang diharamkan ketika berihram, jadi dia tetap dalam keadaan berihram hingga datang masa tahallul yakni pada tanggal 10 Zulhijjah.

Setelah haji jamaah melepas pakaian ihramnya dan boleh menggunakan pakaian lainnya, jika jamaah melakukan ibadah umrah kembali lagi dengan ihram lagi. Haji ini tidak perlu membayar dam.

2. Haji Qiran

Haji Qiran adalah Jenis Haji yang menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus, yang mana dikerjakan pada bulan-bulan haji. Pertama, jamaah berihram untuk umrah dan berihram untuk haji, sebelum memulai tawaf. Kemudian tatkala memasuki kota Mekkah jamaah melakukan tawaf qudum (tawaf di awal kedatangan di Mekkah), lalu kemudian shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim.
Setelah itu melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah, dilakukan untuk umrah dan hajinya sekaligus dengan satu sa’i (tanpa bertahallul), tetap masih dalam kondisi berihram, dan tidak halal baginya untuk melakukan hal-hal yang diharamkan ketika ihram hingga nanti datang masa tahallulnya di tanggal 10 Zulhijah).

Selesai sudah haji dan umrahnya secara bersamaan. Namun, yang perlu menjadi perhatian pada jenis haji ini yaitu kewajiban membayar dam. Membayar dam ini dengan menyembelih hewan qurban (seekor kambing, sepertujuh sapi atau unta) pada tanggal 10 Zulhijah atau di hari tasyriq.

3. Haji Tamattu’

Haji tamattu’ merupakan pengertian dari Jenis Haji dengan melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ibadah haji. Biasanya ini disebut sebagai haji bersenang-senang. Pelaksanaannya yaitu, jamaah berihram untuk melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji (yakni bulan Syawal, Zulkaidah, 10 hari pertama dari bulan Zulhijah).

Setelah itu, jamaah menyelesaikan rangkaian umrahnya dengan melaksanakan thawaf umrah, sa’i umrah lalu kemudian bertahallul dari ihramnya, dengan cara memotong pendek atau mencukur sebagian rambut kepalanya. Setelah tahallul, jamaah sudah terlepas dari kondisi ihram, hingga nanti datangnya hari Tarwiyah, yakni tanggal 8 Zulhijah.

Pada hari Tarwiyah ini (tanggal 8 Zulhijah) jamaah berihram kembali dari Mekkah untuk melaksanakan hajinya hingga sempurna. Bagi yang melaksanakan berhaji Tamattu’, wajib baginya untuk menyembelih hewan kurban (seekor kambing/ sepertujuh dari sapi/ sepertujuh dari unta) pada tanggal 10 Zulhijah atau di hari-hari tasyriq (tanggal 11,12,13 Zulhijah).

Rukun Haji

Rukun haji sangat penting dalam menunaikan ibadah haji. Untuk terlaksananya ibadah Haji yang baik sebelum berangkat menuju tanah suci, kita harus memahami dan mengetahui apa sajakah Rukun Haji?

Rukun haji ada lima, yaitu sebagai berikut:

  • Niat ihram
  • Wukuf di padang Arafah
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Memotong rambut (tahalul)

Umat Islam yang menunaikan haji wajib memenuhi rukun haji. Jika ada yang terlewat, maka akan dikenakan dam atau denda.

Keutamaan Ibadah Haji

Keutamaan Ibadah Haji
Umat Islam di seluruh dunia selalu rindu dengan tanah suci. Di sanalah terkumpul jutaan doa kebaikan sebagai bekal untuk menghadapi akhirat. Keutamaan ibadah haji pun begitu spesial, seperti yang dirangkum melalui tulisan Sinau Haji dan Kurban dari Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Ustadz H. Ahmad Fauzi Qosim, S.S., M.A., M.M berikut ini:

Haji adalah Ibadah yang paling besar dan sesuai dengan tujuan manusia diciptakan Allah SWT (QS. 51:56). Kategori ibadah yang paling besar, karena seseorang tidak hanya dituntut kesiapan secara materi saja, akan tetapi secara fisik dan psikis pun dituntut kesiapannya.

  • Dalam ibadah haji, terkumpul semua aspek ibadah; badaniyah (fisik), maliyah (financial) dan qalbiyah (hati/mental), serta tidak terdapat dalam ibadah yang lainnya.
  • Haji adalah konferensi umat Islam sedunia. Haji adalah wadah untuk saling mengenal antara umat islam yang satu dengan lainnya, ajang pertemuan berbagai bangsa, bahasa, warna kulit dan social budaya yang sangat dimungkinkan terjadinya pertukaran informasi, ekonomi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
  • Menguatkan persatuan muslimin. Dari haji, umat Islam belajar bahwa muslimin adalah umat yang satu. Hal tersebut tertera dalam Al-Quran;

“Sesungguhnya umat kalian itu adalah umat yang satu”. (QS. 21:92).

  • Secara simbolis ibadah haji menunjukan bahwa kaum muslimin itu adalah umat yang satu, menyembah kepada Allah yang satu / esa, mengikuti / mencontoh nabi yang satu, membaca Al Qur’an yang satu, menghadap ke kiblat yang satu, bertawaf di Baitullah yang satu, berkumpul / wukuf di tempat yang satu dan lain sebagainya, yang semua akan lebih menguatkan Al Ukhuwah Al Islamiyah.

“Sesungguhnya orang-orang muslim itu bersaudara”. (QS. 49:10).

  • Mengajarkan kesetaraan dan keadilan hak dan kewajiban umat Islam
    Haji tidak membedakan status umat hslam dari tata cara manasik haji, berihram, dan lain sebagainya. Tidak ada perbedaan perlakuan antara yang kaya dengan yang miskin, yang ONH biasa dengan yang Plus, tetapi manusia atau kaum muslimin itu akan dibedakan dengan tingkat ketaqwaannya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia dari kalian disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”. (QS. 49:13).

  • Mengingatkan perjalanan manusia ke akhirat
    Ibadah haji merupakan rihlah ruhiyah/pejalanan ruhani yang merupakan miniatur dari perjalanan sesungguhnya yang semua manusia pasti akan melaluinya, yaitu perjalanan akhirat. Perjalanan haji ini mengandung filosofi perjalanan manusia di akhirat kelak.
  • Haji dan Kurban Mengajarkan Keteguhan Iman dan Keikhlasan
    Surat Al-Kautsar ayat kedua, secara normatif, mengaitkan ibadah haji dan kurban yang merupakan sebuah rangkaian kesatuan sebagai ibadah di bulan Zulhijah. Kedua ibadah tersebut diperintahkan dan disyariatkan oleh Allah pada tahun yang sama, yaitu tahun keenam hijriyah. Allah memerintahkan kurban dan haji bukan tanpa tujuan. Melalui kedua ibadah tersebut, manusia dapat berkomunikasi secara spiritual dengan Tuhannya.

Hikmah yang dapat dipetik dari dua syariat tersebut dari pemaparan Ustadz Ahmad Fauzi Qasim adalah pertama, bahwa kesalehan seseorang dapat diukur dari dua dimensi yakni dimensi pribadi dan dimensi sosial.

Saleh secara pribadi diukur dengan seberapa kuat keimanan dan ketekunan seseorang melakukan ibadah secara ikhlas dan ittiba’ Rasulillah SAW. Lalu, saleh secara sosial diukur dari seberapa besar kepedulian seseorang terhadap kehidupan sosial, sebagai implementasi nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin.

 

Sumber : Detik : 3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji dalam Islam, Begini Penjelasannya

Pengertian Haji, Rukun Dan Syarat Haji

Pengertian Rukun Dan Syarat Haji

Pengertian Haji

Haji, adalah rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa, menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslimin sedunia yang mampu ( material, fisik, dan keilmuan ) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di arab saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji ( Bulan Dzulhijah ). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang biasa dilaksanakn sewaktu – waktu.

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 dzulhijjah ketika umat islam bermalam di mina, wukuf (berdiam diri) dipadang arafah pada tanggal 9 dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan ) pada tanggal 10 dzulhijjah, masyarakat indonesia biasa menyebut juga hari raya idul adha sebagai hari raya haji kerena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Macam Macam Haji

  • Tamattu Mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu dibulan-bulan haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, di tahun yang sama. Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalan bulan-bulan serta didalam tahun yang sama , tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
  •  Ifrad. Berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad, bila seseorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah, dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian uhram di Miqat nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibdah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
  • Qiran. Mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak Miqat Makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama, menurut abu hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa’i.

Rukun Haji

  • Ihram.
  • Wukuf di Arafah
  • Thawaf Ifadah
  • Sa’i
  • Mencukur Rambut di Kepala (tahallul)
  • Tertib

Syarat Syarat Haji

  • Islam
  • Aqil
  • Dewasa
  • Berakal
  • Waras
  • Orang Merdeka ( Bukan Budak )
  • Mampu, Baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji

Kewajiban – Kewajiban Haji

  • Melakukan Ihram dari Miqat
  • BeMulrdiam di padang arafah hingga terbenam matahari
  • Bermalam di muzdalifah
  • Melempar jumrah
  • Mencukur rambut (tahallul)
  • Bermalam dimina
  • Thawaf wada

Ritual Ibadah Haji Di Mina

Sewaktu anda berada di mina, hendaklah anda menunaikan shalat tepat pada waktunay , shalat dzuhur, Ashar dan isya di Qashar menjadi dua rakaat tanpa melakukan jamak, shalat Witir dan sunnah Qabliyah subuh terus dilaksanakan demi mengikuti Rasulullah Saw. Melempar jumrah dilakukan sesuai dengan jadwal-jadwal pelaksanaanya yang telah di tentukan oleh pemandu kepada anda.

Bergerak Menuju Area Jumarat

  • Aeah dari jamarah Sugra dengan melemparkan tujuh batu kerikil.
  • Bergeraklah ke arah samping, menghadaplah ke kiblat dan berdoa kepada Allah Swt.
  • Bergeraklah ke arah Jamarat Wusta dan lemparlah sebanyak tujuh kerikil.
  • Bergeraklah ke arah samping, menghadaplah ke kiblat dan berdoa kepada Allah Swt.
  • Kemudian bergeraklah kearah Aqobah (Kubra) dan lemparlah sebanyak tujuh kerikil.

Thawaf  Ifadah

  • Thawaf ifadah adalah salah satu rukun haji dan semua jamaah haji wajib melakukannya.
  • Perempuan haid harus menunggu hingga bersuci (mandi wajib) kemudian baru melakukan thawaf ifadah, seseorang tidak boleh kembali kenegaranya sebelum melakukan thawaf ini.
  • Thawaf akan sempurnya jika dilakukan sebanyak tujuh putaran.
  • Shalat dua rakaan di makam ibrahim (jika memungkinkan) atau di tempat lain didalam Masjidil Haram.
  • Minumlah Air Zam-Zam.

Sa’1 Untuk Haji

  • Laksanakanlah Sa’i.
  • Mulailah dari Shafa dan Akhiri di Marwah.
  • Sempurnakan Sebanyak tujuh kali, dengan menghitung antara shafa dan marwah satu kali.
  • Sekarang anda telah menyempurnakan ibadah haji.

Kembali Ke Tanah Air

  1. Jangan berbelanja terlalu berlebihan atau melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan kepulangan setelah menyempurnakan thawaf wada’.
  2. Rasulullah Saw berwasiat agar menjadikan thawaf wada’ (perpisahan) sebagai pekerjaan terakhir yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum meninggalkan Makkah.
  3. Kecuali jika anda terlambat karena sebab tertentu hingga tiba waktu shalat fardu, disaat itu anda boleh menunaikan shalat didalam masjidil haram meskipun ada melakukannya setelah menyelesaikan thawaf Wada’
  4. Setelah ini, anda tidak perlu melakukan thawaf kembali.
  5. Semoga selamat kembali ketanah air dan semoga menjadi haji yang mabrur ( Insya Allah).

Ziarah Madinah

  • Niat anda haruslah untuk menziarahi masjid nabawi dan bukan untuk menziarahi kuburan Rasulullah Saw .
  • Didalam hadist yang diriwayatkan oleh abu hurairah ra, ia berkata “ Rasulullah Saw bersabda : “ shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid-masjid lainnya kecuali masjidil haram”
  • Diriwayatkan dari abbad bin tamim dari pamanya abdullah bin zaid ashim, bahwasanya Rasulullah Saw, bersabda : “ sedungguhnya ibrahim telah menyucikan makkah dan mendoakan penduduknya, dan saya telah menyucikan madinah sebagaimana ibrahim menyucikan makkah. Dan saya mendoakan Mudnya dan Sha’nya sebagaimana ibrahim mendoakannya untuk penduduk makkah

Apakah Itu Haji Mabrur ???

  • Apabila seseorang berangkat semata-mata karena Allah Swt
  • Apabila seseorang berangkat bukan karena ada kepentingan dan tidak hasil dari hutang atau tidak menjual harta bendanya sehingga habis tak tersisa.
  • Apabila kepulangannya dari ibabah haji tidak lagi melakukan maksiat-maksiat yang pernah dilakukan sebelum berhaji.
  • Apabila kepulangannya dari ibadah haji, dia tidak mengharapkan panggilan-panggilan (pak haji/ bu haji) karena ibadah ini antara tuhan dan hambanya ( Hanya allah yang memberikan Tittle terbaik kepada para hamba-Nya).
  • Apabila kepulangan dari ibadah haji tidak lagi melakukan dan berbuat maksiat seta berkata-kata kotor dan hal-hal yang tidak bermanfaat yang mana pernah dia lakukan sebelum berhaji.
  • Apabila kepulangannya dari ibadah haji di sering beribadah ke masjid serta melaksanakan sholat 5 waktu dan sunnahnya , yang mana dia jarang , bahkan tidak melakukan sebelum berangkat ibadah haji.

Berapa Lama Masa Tunggu Haji Plus Kemenag 2024 ?

Masa Tunggu Haji Plus

masa tunggu Haji Plus – Keinginan umat Islam di dunia dalam melaksanakan ibadah haji sangatlah tinggi. Pendaftaran haji dari tahun ke tahun terus meningkat. Terlebih, Indonesia terkenal dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia. Setelah mendaftar, muslim pun harus menunggu bertahun-tahun sebelum berangkat haji. Untuk mempersingkat masa tunggu, ada layanan Haji Plus yang bisa dipilih.

Berapa lama masa tunggu Haji Plus ? Selain itu, berapa lama pula waktu pelaksanaan Haji Plus? Ketahui jawabannya sebagai berikut.

Haji Khusus Kuota Resmi Negara adalah pilihan tepat bagi anda yang ingin berhaji menggunakan kuota resmi yang disediakan oleh pemerintah dengan waktu tunggu 6 s.d 8 tahun. Program Haji Khusus atau dikenal dengan ONH Plus ini menggunakan kuota resmi dari pemerintah, sehingga dijamin apabila anda sudah terdaftar.

Dalam prosesnya, 2 pekan setelah anda melakukan penyetoran biaya haji plus, maka anda akan mendapatkan nomor porsi haji hajiplus sebagai estimasi tahun keberangkatan anda untuk berhaji.

Haji Plus Kuota Resmi ini diselenggarakan oleh PIHK resmi sehingga fasilitasnya lebih baik daripada program Haji Reguler yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Perbandingan Masa Tunggu Haji Plus dengan Haji Reguler

Salah satu keunggulan Haji Plus adalah waktu penantian keberangkatannya yang cukup singkat dibandingkan Haji Reguler. Saat ini, Anda hanya perlu menunggu selama 6-8 tahun sebelum berangkat ke tanah suci. Jadi, harganya yang dua kali lipat dari Haji Reguler sebanding dengan keunggulan yang ditawarkan. Haji Plus sangat cocok untuk orang-orang lansia yang ingin menunaikan haji.

Sementara itu, Haji Reguler sekarang ini membutuhkan waktu dari 11 hingga 34 tahun. Tentunya jangka waktu ini sangat panjang dan tidak dianjurkan untuk lansia. Jika Anda masih muda dan mau menunggu selama itu, memang tak ada salahnya memilih paket Reguler. Namun, jika memiliki bujet lebih, Haji Plus bisa menjadi pilihan yang paling tepat untuk mempersingkat masa tunggu.

Mengapa Masa Tunggunya Berbeda?

Perbedaan masa tunggu Haji Plus dan Haji Reguler disebabkan oleh ketidakseimbangan calon haji yang melakukan pendaftaran dan jatah kuota setiap tahunnya. Masa tunggu Haji Reguler pun berbeda-beda di setiap provinsi. Oleh karena itu, Anda harus cermat dalam memilih paket perjalanan haji. Pilihlah sesuai kemampuan dan kebutuhan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw., yakni:

Wahai manusia, telah diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah”, kemudian ada seorang bertanya: “Apakah setiap tahun Wahai Rasulullah?”, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjawab sampai ditanya tiga kali, barulah setelah itu beliau menjawab: “Jika aku katakan: “Iya”, maka niscaya akan diwajibkan setiap tahun belum tentu kalian sanggup, maka biarkanlah apa yang sudah aku tinggalkan untuk kalian, karena sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian, akibat banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka terhadap nabi mereka, maka jika aku perintahkan kalian dengan sesuatu, kerjakanlah darinya sesuai dengan kemampuan kalian dan jika aku telah melarang kalian akan sesuatu maka tinggalkanlah”. (Hadis Riwayat Muslim)

Waktu Pelaksanaan Haji Plus dan Haji Reguler

Program dan jadwal pelaksanaan paket Plus dan Reguler berbeda. Haji Plus biasanya hanya berkisar 15-19 hari jika tidak melakukan salat arbain di Masjid Nabawi. Sementara itu, Anda memerlukan 26-30 hari jika melakukan salat arbain. Untuk Haji Reguler, waktu pelaksanaannya yaitu sekitar 40 hari.

Anjuran untuk Menyegerakan Berhaji

Allah Swt. Berfirman dalam Quran Surah Ali Imran ayat 97, yakni:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Quran Surah Ali Imran : 97)

Imam Ahmad dan ashabus sunan meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda,
تَعَجَّلُواالْحَجَّ- يَعْنِِى الْفَرِضَةَ- فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَيَدْرِيْ مَايَعْرِضُ لَهُ

“Bersegeralah berhaji—yakni haji yang wajib—sebab sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang akan menimpa kepadanya.” (Hadis Riwayat Ahmad dan lainnya)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw. bersabda,
مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ، فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَ ضُ وَتَضِلُّ الرَّاحِلَةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ

“Barang siapa ingin haji, maka hendaklah dia melakukannya dengan segera. Sebab boleh jadi dia nanti sakit, kendaraannya hilang, dan ada keperluan baru.” (Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

Sekian pembahasan tentang masa tunggu Haji Plus yang wajib Anda ketahui. Jika tidak ingin menunggu terlalu lama, paket ini merupakan pilihan yang paling tepat. Anda bisa menemukan paket Haji Plus Travel Umroh Haji Plus Alhijaz Indowisata. Agen perjalanan terbaik dan tepercaya di Indonesiayang sudah sangat berpengalamn dalam memberangkatkan jamaah umroh dan haji plus.

Kelebihan Haji Khusus Kuota Resmi

Selain Masa Tunggu Haji Plus yang Lebih singkat di bandingkan Haji Regiler Berikut ini adalah kelebihan Haji Khusus Kuota Resmi yang dapat menjadi pertimbangan anda untuk melaksanakan ibadah haji.

  • Kuota Resmi Negara diatur oleh Kementerian Agama RI
  • Waktu Tunggu 6 s.d 7 Tahun
  • Fasilitas Bintang 4 dan 5
    Jarak Hotel ke Masjidil haram Dekat
  • Jarak dari Maktab ke Jamarat Dekat
  • Fasilitas terbaik bagi para jemaah
  • Diselenggarakan oleh Travel resmi PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus)
  • Terdapat Program City Tour
  • Terjamin dan Aman

Demikianlah Informasi tentang Masa Tunggu Haji Plus. Semoga kita smuaumat muslim dapat menjalankan ibadah haji dan umrah dalamwaktu dekat. Aamiin YRA

 

 

Sumber : Detik : Biaya Haji Plus dari Kemenag dan Masa Tunggunya

Cara Cek Porsi Haji Melalui HP Android

Cara Cek Nomer Porsi haji

Cara Cek Nomer Porsi Haji – Melakukan ibadah haji adalah wajib bagi mereka yang mampu. Dimana ibadah haji adalah ibadah yang sangat diinginkan oleh seluruh umat muslim. Untuk melakukan ibadah haji, kita juga harus mengikuti antrean, karena setiap tahunnya para jemaah yang akan melakukan ibadah haji sangatlah banyak. Sehingga untuk menjalankan ibadah haji kita harus bersabar dan mengikuti antrean sampai nanti kita dapat menjalankannya. dan antreanitu dapat kita di Cara Cek Nomer Porsi Haji

Lalu bagaimana cara kita untuk mengecek kapan kita akan berangkat haji ? Sekarang, masyarakat yang sudah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji akan diberikan nomor porsi haji. Dimana nomor tersebut digunakan sebagai nomor urut untuk pendaftaran haji dan bisa didapatkan para jemaah apabila sudah membayar setoran awal pada bank penerima setoran yang digunakan sebagai biaya ongkos naik haji.

Untuk melihat atau mengecek nomor porsi haji, kita dapat melihatnya menggunakan smartphone maupun komputer. Hal ini digunakan agar para jemaah dapat mengecek kapan mereka berangkat untuk menunaikan haji dengan mudah. Kita dapat melihatnya melalui aplikasi haji pintar maupun website resmi haji yang dibuat oleh kementerian agama republik Indonesia. Didalam aplikasi maupun website tersbeut, kita dapat mencari secara otomatis nomor porsi yang sudah kita miliki. Berikut Cara Cek Nomer Porsi Haji melalui HP Android.

1. Cara Cek Nomer Porsi Haji melalui Aplikasi Haji Pintar

Aplikasi Haji Pintar ini dapat kita unduh melalui smartphone Android yang kita miliki, karena aplikasi ini sudah tersedia di Play Store.

Aplikasi Haji Pintar ini juga dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kita dapat mengecek segala hal terkait haji dan umrah pada aplikasi ini. Berikut cara cek porsi haji menggunakan Aplikasi Haji Pintar.

  • Buka Play Store
  • Cek Aplikasi Haji Pintar
  • Lakukan Instalasi
  • Setelah Instalasi Selesai Jalankan Aplikasi
  • Setelah Aplikasi Berjalan Pilih Menu Estimasi Keberangkatan
  • Masuk Nomer Porsi Anda
  • Lalu Klik Submit
  • Informasi Akan Tampil

2. Cara Cek Nome Porsi Haji melalui Website Kemenag

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui bagaimana cara mengecek porsi haji melalui aplikasi yang di download melalui play store, maka cara lainnya apabila Anda tidak ingin mendownload aplikasi yaitu dengan cara sebagai terus.

  • Buka Website Resmi Kemenag di  haji.kemenag.go.id
  • Klik Menu Beranda
  • Cari Bagian Bawah Perkiraan Berangkat
  • Masukan Nomer Porsi Yang Ada Punya Ke Kolom Yang di Sediakan
  • Klik Cari
  • Seluruh Informasi Yang Anda Butukan Akan Di Tampilkan

3. Cara Cek Nome Porsi Haji melalui Aplikasi Pusaka

Selain melalui situs Kemenag, calon jemaah juga bisa menggunakan aplikasi Pusaka untuk cek perkiraan keberangkatan haji. Aplikasi Pusaka rilisan Kemenag ini bisa diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Berikut ini cara mengeceknya:

1. Unduh aplikasi Pusaka di Google Play atau App Store.

2. Buka aplikasi Pusaka.

3. Pilih menu “Islam”.

4. Lihat menu “Layanan Haji & Umrah” lalu pilih menu “Estimasi Keberangkatan.”

5. Masukkan nomor porsi pada kolom yang tersedia lalu tekan “Cari Nomor Porsi”. Nomor porsi dapat dilihat pada berkas pendaftaran yang diterbitkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota saat jemaah mendaftar haji. Nomor porsi ini terdiri dari rangkaian 10 angka.

6. Pada tahap terakhir pengecekan akan muncul data ‘Estimasi Keberangkatan’ yang mencakup informasi nomor porsi, nama, kabupaten/kota, provinsi, posisi porsi pada kuota provinsi/kabupaten/kota khusus, kuota provinsi/kabupaten/kota khusus, serta perkiraan keberangkatan tahun Masehi dan tahun Hijriah.

Perlu diketahui oleh calon jemaah, perkiraan keberangkatan haji ini nantinya dapat berubah sesuai dengan kuota provinsi/kabupaten/kota/haji khusus serta adanya perubahan regulasi.

Demikian Cara Cek Porsi Haji Semoga Kita smua umat muslim dapat menjalankan ibadah haji dan umroh dalam waktu dekat. Aamiin YRA

 

 

Sumber : Detik : Cara Cek Nomor Porsi untuk Perkiraan Keberangkatan Haji