fbpx

Fakta Menarik tentang Kabah Bagi Muslim

14 Fakta Menarik tentang Kabah

Kabah merupakan tempat suci bagi umat Muslim di dunia. Kabah terletak di pusat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Saat shalat, posisi umat Muslim menghadap Kabah, namun bukan berarti mereka menyembah Kabah.

Kabah menjadi kiblat lebih dari satu miliar umat Islam di lima kali setiap harinya, menjadi tempat haji dan berkumpulnya umat muslim. Ka’bah ini berbentuk kubus atau segi empat, yang mana ini membuatnya mengarah ke segala arah, yaitu arah timur, barat, selatan, dan juga utara. Allah mensucikan Makkah sebagai wujud pengagungan hari penciptaan langit dan bumi. Namun, seberapa banyak yang kamu ketahui tentang Ka’bah? Berikut rangkuman fakta-fakta Ka’bah bagi umat muslim di dunia.

Simak Ada Fakta Menarik tentang Kabah Bagi Muslim. Berikut informasinya:

1. Pusat Kiblat Untuk Menunaikan Sholat

adalah pusat kiblatnya umat muslim untuk menunaikan sholat. Kiblat sendiri merupakan arah yang dituju ketika melakukan shalat maupun tawaf. Sebelumnya, arah kiblat pernah berubah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Yerusalem dan akhirnya kembali dipusatkan di Ka’bah Mekkah. 

2. Kabah telah direkonstruksi beberapa kali.

Kabah telah rusak beberapa kali akibat bencana alam seperti banjir. Kabah juga pernah diserang sehingga beberapa bagiannya rusak. Namun, Kabah dibangun kembali hingga beberapa kali. Kebanyakan sejarawan mengklaim bahwa Kabah telah direkonstruksi sekitar 12 kali. Renovasi terbaru terjadi pada 1996 menggunakan teknologi terbaru untuk memperkuat bangunan ketika menghadapi bencana. Tahukah Anda bahwa Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW ikut berpartisipasi dalam pembangunan Kabah?

3. Apa yang ada di dalam Kabah ?

Ada tiga pilar yang menyokong bagian dalam Kabah. Di tengahnya bergantung sebuah lentera. Ada juga meja kecil di antara pilar-pilar tersebut. Terdapat pula tanda pengingat tergantung di dinding untuk memperingati penguasa yang telah merenovasi Kabah. Di bagian atas dinding, ada sebuah kain hijau bordir dengan ayat-ayat Alquran. Dinding kanan memiliki pintu emas yang disebut Bab At-Taubah yang dilengkapi tangga untuk menuju ke atap.

4. Mekkah Berada di Pusat Bumi

Ka’bah menjadi pusat dari bumi Mukjizat Ka’bah yang ditulis Okrisal Eka Putra, The Egyptian Scholar of the Sun and Space Reserch Center yang berpusat di Kairo mempublikasikan hasil penelitian Prof Hussain Kamel yang menemukan sebuah fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah dataran bumi.

5. Thawaf di sekitar Kabah tidak pernah berhenti

Salah satu hal yang paling luar biasa tentang Kabah adalah bahwa tawaf di sekitar Kabah tidak pernah berhenti kecuali ketika shalat diadakan. Bahkan saat bencana banjir terjadi, jamaah melakukan tawaf selayaknya berenang.

Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan oleh Muslim pada saat melaksanakan haji dan umrah.

Tawaf berhenti hanya saat waktunya sholat. Bahkan meskipun diguyur hujan ataupun banjir, jamaah tetap melakukan tawaf dengan teratur dan tertib. Disitulah letak keistimewaan dari Ka’bah sebagai tempat suci terbaik untuk sholat, tawaf, dan berdoa. 

6. Lantai Masjidil Haram Selalu Sejuk 

 Masjidil Haram memiliki luas lebih dari 356 ribu meter persegi yang bisa menampung lebih dari 900 ribu jemaah. Tak heran, jika masjid ini ditetapkan sebagai masjid terbesar di dunia. Meski bagian tengah masjid sengaja dibuat terbuka tanpa atap, namun lantai masjid tersebut tetap terasa dingin dan sejuk meski terkena panas matahari. 

Hal ini dikarenakan lantai Masjidil Haram menggunakan marmer terbaik yang didatangkan langsung dari Thassos, Yunani.

Marmer yang dipasang di Masjidil Haram adalah jenis yang terbaik di dunia karena bisa meredam hawa panas yang memantul di lantai. Marmer ini di desain bisa menyerap kelembapan di malam hari dan mempertahankan kesejukannya di siang hari meski terkena sengatan panas matahari.

7. Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah 

Salah satu lokasi yang tidak boleh dilintasi pesawat ‘no-fly zone’ adalah Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi. Dikutip dari The Islamic Information, sebuah teori menunjukkan bahwa ada gelombang magnet besar yang terpancar di atas Kabah. Meski demikian, teori adanya gelombang magnet di atas Ka’bah belum bisa dibuktikan secara pasti. Pendapat itu juga ditepis oleh seorang pilot sekaligus pengamat penerbangan Arab Saudi, Hasan Al-Ghamidi.

8. Warna kiswah telah berubah

Kiswah adalah kain tirai berwarna hitam yang menutupi Kabah. Tahukah Anda bahwa warna kiswah tidak selalu hitam seperti yang selama ini Anda lihat? Tradisi menutupi Kabah dengan kiswah bermula selama pemerintahan suku Jurhum. 

Kemudian, Nabi Muhammad SAW menyelimuti Kabah dengan kain putih. Merah, hijau, dan putih adalah beberapa warna yang pernah digunakan oleh khalifah berbeda untuk kiswah. Dinasti Abbasiyah akhirnya memutuskan kiswah berwarna hitam untuk mengakhiri seringnya perubahan warna. Itulah satu-satunya warna yang digunakan sejak saat itu.

9. Bentuk Kabah telah diubah

Kabah awalnya berbentuk sesuai dengan dasar-dasar yang diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Bentuk kubus seperti saat ini diperoleh yakni saat renovasi oleh Suku Quraisy. Saat itu, umat Muslim di sekitar Makkah belum mampu membangun Kabah karena kurangnya dana. Ruangan di dalam Kabah bernama Hatim yang sekarang ditandai dengan dinding kecil.

10. Kabah memiliki lebih dari satu pintu yang dapat digunakan

Kabah asli memiliki dua pintu, satu untuk masuk dan satu lagi keluar. Kabah juga memiliki jendela di salah satu dinding. Saat ini, Kabah hanya memiliki satu pintu dan tidak terdapat jendela.

11. Hajar Aswad rusak

Awalnya, Hajar Aswad adalah sebuah batu besar tunggal. Namun saat ini, batu tersebut pecah menjadi delapan bagian dengan berbagai ukuran yang telah ditutupi bingkai perak. Kerusakan itu, akibat banyaknya kejadian naas termasuk banjir, pengepungan, dan pencurian. Bingkai perak pertama dibuat oleh Abdullah bin Zubair.

12. Keluarga Al-Sheibi selalu menjadi penjaga Kabah.

Bukankah menakjubkan bahwa hanya satu keluarga yang menjadi penjaga kunci Kabah sejak periode pra-Islam? Mereka telah menjadi penjaga selama 15 abad terakhir. Kuncinya diwariskan oleh anggota tertua dari keluarga.

13. Upacara pembersihan Kabah diadakan dua kali setahun

Upacara pembersihan diadakan selama bulan Syaban dan Dzulkaidah oleh keluarga Al-Sheibi. Campuran pembersih khusus dibuat dari air zamzam, air mawar taif, dan minyak oud. Gubernur Makkah mengundang beberapa pejabat untuk berpartisipasi dalam upacara pembersihan tersebut.

14. Pintu Ka’bah Pintu Dibuka Hanya Dua Kali dalam Setahun

Kiswah merupakan kain yang menutupi Ka’bah. Meski pada umumnya saat ini kita melihat Ka’bah selalu ditutupi oleh kiswah berwarna hitam, pada mulanya Ka’bah justru memiliki warna kiswah yang berbeda-beda. 

Pada mulainya Nabi Muhammad Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam menggunakan kain putih untuk menutupi Ka’bah. Namun, pada masa khalifah yang berbeda-beda, warna kiswah pun berubah menjadi hijau, merah, dan putih. 

Namun pada akhirnya Dinasti Abbasiyah memutuskan untuk menggunakan kiswah hitam untuk menghentikan perubahan warna yang digunakan. Hingga pada saat ini kita mengenal Ka’bah dengan kiswah berwarna hitam. 

Demikianlah Fakta Menarik tentang Kabah Dengan mengenal bagian-bagian Masjidil Haram dan keutamaannya tentunya akan membuat ibadah Umroh Dan Haji Plus di tanah suci tentunya menjadi lebih mudah dan juga khusyu’. 

Apabila Anda telah berencana berkunjung ke Tanah Suci dan merasakan langsung setiap keutamaannya, Anda dapat menghubungi Biro Travel Umroh Haji Plus Travel Alhijaz Indowisata Jakarta Timur., yang telah memiliki pengalaman dan terpercaya. Anda akan dibimbing langsung oleh pembimbing dari tanah air yang akan membuat ibadah Anda lebih aman dan nyaman.

 

Sumber : Ihram: Fakta Menarik tentang Kabah yang Mungkin tidak Anda Ketahui

Bagian Penting Dari Kabah Wajib Di Ketahui

Ada 12 Bagian Penting Dari Kabah Yang Wajib Diketahui

Bagian Penting Dari Kabah- Pergi haji ke Tanah Suci merupakan impian bagi setiap umat muslim. Keinginan untuk pergi ke sana semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt serta mengunjungi rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia, yakni Ka’bah. Selama ribuan tahun, Ka’bah telah menjadi tempat peribadatan terpenting nan suci bagi umat muslim.

Allah Swt menjadikan Ka’bah sebagai kiblat kaum muslim sejak tahun kedua Hijriah. Sejak itu pula, umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan salat dengan menghadap ke arah Ka’bah. Seluruh umat muslim juga memiliki kewajiban untuk menziarahinya, asal mereka mampu dan memenuhi syarat untuk mengunjunginya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al-Quran surah Ali-Imran:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imran: 96-97)

Ka’bah merupakan pusat titik kiblat seluruh umat islam di dunia. Bagi Anda yang sudah pernah menjalankan ibadah haji atau umroh tentunya Anda tidak akan asing lagi jika mendengar penjelasan mengenai bagian ka’bah. Ka’bah merupakan pusat kegiataan para jamaah baik itu yang sedang berhaji atau umroh di tanah suci dengan cara thawaf mengelilingi ka’bah untuk memuliakan Allah SWT.. 

Di dalam al-Qur’an Ka’bah memiliki nama lainnya yaitu: Bakkah, Baitullah, al Bait, Baitul Haram, Qiblah dan al Bait al Atiq. Ka’bah pertama kali didirikan oleh Nabi Adam as yang kemudian hancur ketika terjadi banjir bandang di zaman Nabi Nuh as. Didirikan kembali pada tahun 1500 SM oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail as. 

Dari dahulu sampai tahun 1040 M Ka’bah pernah mengalami beberapa renovasi dan perluasan, selengkapnya bisa dilihat di artikel Masjidil Haram dan Ka’bah. Dari tahun 1040 M sampai sekarang ukuran Ka’bah tidak pernah berubah, hanya dilakukan beberapa renovasi bagian-bagian Ka’bah lainnya saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penjelasan Bagian Penting Dari Kabah

1. Hajar Aswad

Hajar Azwad merupakan Bagian Penting Dari Kabah, Dari banyaknya bagian-bagian ka’bah, Hajar Aswad jadi paling menarik. Hajar Aswad mulanya sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm. beberapa peristiwa yang terjadi pada saat itu membuat kini hajar Aswad hanya berbentuk pecahan kecil batu hitam berbentuk bulat lonjong sebesar ukuran biji kurma dengan dilapisi perak di dalamnya. Hajar Aswad terletak di sisi selatan ka’bah dan merupakan batu mulia yang berasal dari jannah.

Hajar Aswad ini terletak di sisi selatan Ka’bah, merupakan batu mulia yang berasal dari Jannah sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam haditsnya “Hajar Aswad turun dari surga, dalam kondisi berwarna putih dari air susu, yang kemudian dosa-dosa anak Adam lah yg menjadikannya berwarna hitam.” (HR at-Tirmidzi, yg dishahihkann oleh al-Albani, Shahih Sunan at-Tirmidzi, no.877).

Hajar Aswad awalnya berupa sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm, namun beberapa peristiwa telah terjadi kepadanya yg menjadikan bentuknya hanya pecahan kecil sebesar ukuran biji kurma dan hanya ada 8 buah, dengan dilapisi perak mengelilinginya. Bisa dibaca selengkapnya di artikel Kisah Hajar Aswad.

2. Pintu ka’bah

Pintu Ka’bahjuga merupakan Bagian Penting Dari Kabah. Pintu Ka’bah ini mempunyai nama yaitu Al-Burk, pintu yang berbahankan emas murni 99 karat, dengan berat total 280 kg. letak pintu tersebut berada di atas lantai tawaf dengan tinggi 2,25 meter, daun pintunya sendiri panjangnya 3,06 meter dengan lebar 1,68 meter.

 Pintu yg sekarang ini merupakan hadiah dari raja Khalid bin Abdul Aziz. Dalam catatan sejarah, pintu Ka’bah ini telah berubah-ubah baik dari bahan baku, seni juga bentuknya. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Siapa yg masuk ke Baitullah berarti dia masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan & dia mendapatkan ampunan” (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas)

Pintu ka’bah terletak disebelah timur laut. Ketinggian pintu ka’bah dari atas lantai adalah 2 meter. Pintu yang terbuat dari emas murni sebanyak 280 kilogram  ini menelan biaya lebih dari 13 juta riyal arab Saudi. Pintu ka’bah ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi bentuk maupun bahan baku pembuatannya. Untuk pintu saat ini merupakan hadiah dari Khalid bin Abdul Aziz, Raja Saudi.

3. Pancuran emas atau Saluran Air (Mizab)

Pancuran emas atau yang biasa disebut talang air (mizab) terletak dibagian tembok atas bagian ka’bah tepat berada diatas hijir ismail.

Pancuran emas ini dibuat untuk membuang genangan air dari atas atap jika sewaktu-waktu terjadi hujan atau ka’bah dalam proses pencucian. Mengapa talang air ini disebut pancuran emas, karena talang air ini berbahan tembaga yang dilapisi dengan emas, sehingga disebut lah pancuran emas.

4. Syazarawan

Syazarawan merupakan Bagian Penting Dari Kabah, bagian ka’bah yang berbentuk melengkung mengelilingi bagian bawah ka’bah sepanjang area tawaf kecuali Al-hathim.

Syazarawan ini merupakan tembok yang sangat kuat dengan berbahan dasar batu marmer dibuat untuk melindungi ka’bah dari banjir dan demi menjaga keselamatan jamaah dan juga selimut ka’bah dari kerumunan banyak orang.

5. Hijir Ismail

Hijir Ismail merupakan Bagian Penting Dari Kabah, adalah sebuah bangunan berbentuk setengah lingkaran yang dibangun oleh Nabi Ismail. Hijir Ismail terletak di sebelah utara bangunan ka’bah dengan tinggi tembok sekitar 3,11 meter.

Bangunan yang berada tepat di depan Ka’bah dengan bentuk setengah melingkar ini disebut dengan Hijr Ismail. Letaknya di dekat Ka’bah ke arah Syam (Utara). 

Ruang yang ada di antara dinding itu dan Ka’bah masih merupakan bagian dari Ka’bah itu sendiri. Seseorang tidak diperkenankan untuk melaksanakan shalat fardu di dalam Hijr Ismail. 

Tawaf pun tidak dianggap sah kecuali di bagian belakangnya. Dalam sejarah Nabi Ibrahim meletakkan istri dan anaknya di tempat itu yang sekarang menjadi Hijr Ismail namanya. 

Dahulu Hijr ismail itu bebrbentuk lingkaran penuh namun di zaman Quraisy terjadi renovasi yang menjadikan Hijr Ismail terpotong separuh lingkarannya dengan begitu disebutlah Hathim yang artinya terpotong. 

Makanya jama’ah tidak dianggap sah tawafnya jika hanya mengelilingi Ka’bah, tapi diharuskan juga untuk mengelilingi Hijr Ismail karena Hijr ismail merupakan bagian dari Ka’bah. 

Dalam sebuah sabda Rasulullah Saw, Aisyah berkata “aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melaksanakan Shalat di dalamnya, Rasulullah Saw kemudian membawa Aisyah ke dalam Hijr Ismail sambal berkata “Shalatlah kamu disini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah” (Hadits Riwayat Abu Dawud) 

Amalan mustajab yang bisa dilakukan di hijir Ismail yaitu doa dan menyampaikan hajat kepada Allah SWT serta menjadi muhrim dalam haji tamattu dengan melakukan salat dua rakaat sebelum ihram.

6. Multazam

Multazam terletak diantara hajar aswad dan pintu ka’bah dengan jarak kurang lebih 2 meter. Multazam ini merupakan tempat yang paling mustajab untuk berdoa.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw ialah multazam tempat berdoa mustajab, tidak seorangpun dari hamba Allah yang berdoa ditempat ini tanpa terkabul permintaannya.

Disunnahkan berdoa sambil menempelkan kedua tangan, dada, serta pipi ke multazam. Tentunya yang paling penting ialah niat tulus kita dalam berdoa dan beribadah selama di tanah suci.

7. Maqam Nabi Ibrahim

Maqam  yang dimaksud disini adalah bukan tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim, melainkan memiliki makna tersendiri yaitu “tempat berdiri”.

Maksudnya adalah batu tempat telapak kaki Nabi Ibrahim berpijak saat beliau berdiri untuk membangun ka’bah.bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim sampai saat ini masih bisa terlihat jelas oleh kita dengan ukuran panjang 27 sentimeter, lebar 14 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter.

8. Rukun hajar aswad

Ka’bah memiliki 4 sudut yang disebut rukun, salah satunya adalah rukun hajar aswad. Dari sudut ini para jamaah haji/umroh memulai tawaf dan disudut ini pula lah jamaah mengakhiri tawaf. Rukun ini bisa disebut paling penting dan dimuliakan oleh Allah SWT.

Maka dari itu tak heran jika banyak jamaah haji atau umroh yang rela berdesakan dan berebut untuk mencium atau sekedar mengusap rukun hajar aswad.

9. Rukun yamani

Sudut ka’bah ini jika ditarik lurus ke selatan akan sampai di negeri Yaman, sebab itulah dinamakan rukun Yamani. Rasulullah ketika sedang tawaf tak pernah lupa untuk selalu menyempatkan diri untuk memegang rukun Yamani.

Sebab kebiasaan rasulullah tersebut lah para ulama menyimpulkan bahwa kegiatan memegang ataupun mengusap rukun Yamani dalam tawaf sebagai salah satu sunnah.

10. Rukun syami

Sudut ka’bah yang menghadap ke arah barat laut. Disebut syami karena terletak pada arah negeri syam. Sudut ini tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

11. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi terletak di sisi utara jika ditarik lurus akan tiba di negeri Iraq. Rukun Iraqi merupakan salah satu sudut yang pernah bergeser dan mengalami sedikit pengurangan panjang sisi karena terbatasnya dana pada masa Quraisy.

Sudut ini tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

12. Selimut ka’bah (kiswah)

Kiswah merupakan kain berwarna hitam yang dihiasi tulisan kutipan Al Quran berwarna kuning emas. Merupakan pembungkus ka’bah yang terbuat dari sutra pilihan dan bersulam benang emas murni. Ukuran kiswah adalah 14 meter dengan tinggi 47 meter serta panjang dan beratnya mencapai 650 kilogram.

Demikianlah Bagian Penting Dari Kabah. Dengan mengenal bagian-bagian Masjidil Haram dan keutamaannya tentunya akan membuat ibadah Umroh Dan Haji Plus di tanah suci tentunya menjadi lebih mudah dan juga khusyu’. 

Apabila Anda telah berencana berkunjung ke tanah suci dan merasakan langsung setiap keutamaannya, Anda dapat menghubungi Biro Travel Umroh Haji Plus Travel Alhijaz Indowisata Jakarta Timur., yang telah memiliki pengalaman dan terpercaya. Anda akan dibimbing langsung oleh pembimbing dari tanah air yang akan membuat ibadah Anda lebih aman dan nyaman.

 

Sumber : Wikipedia : Ka’bah

Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh

10 Jenis Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Jamaah Haji Umroh 

Kurma menjadi salah satu oleh oleh yang wajib dibeli saat beribadah Haji Plus dan Umroh buah khas dari negara timur tengah ini mempunyai banyak sekali jenis dari yang lembek sampai belum matang pun ada. Tapi terkadang para jamaah haji dan umroh bingung untuk membeli kurma mana yang cocok untuk oleh oleh keluarga dan teman-teman di Indonesia. Maka dari itu saya akan memberikan info tentang Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh

1. Kurma Ajwa atau Kurma Nabi

Kenapa kurma ini sering disebut kurma nabi karena katanya kurma ajwah ini adalah jenis kurma yang paling disukai nabi. Warna buahnya yang hitam gelap, dagingnya yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu manis. Kurma jenis ini hanya ada di Kota Madinah, kurma ini juga memiliki nutrisi paling banyak diantara kurma lainnya.

Disebut juga sebagai “Kurma Nabi”, karena Rasulullah SAW. dahulu sangat menyukai dan kerap mengonsumsinya. Kurma Ajwa ini hanya tumbuh di wilayah Arab Saudi bagian barat atau Madinah. Mempunyai rasa yang tidak terlalu manis, hampir mirip dengan kismis. Warnanya hitam pekat sedikit kemerahan, berbentuk bulat dan memiliki tekstur kulit halus serta berkerut-kerut.  Buah yang satu ini juga dianggap sebagai kurma terbaik karena segudang khasiatnya baik bagi kesehatan

2. Kurma Sukari

Terkenal sebagai kurma keluarga kerajaan Arab Saudi, kurma Sukari tumbuh di Al Qaseem Arab Saudi. Karena Raja Arab dahulu senang mengonsumsinya dan lebih menyukai kurma tersebut dalam keadaan utuh. Berbeda dengan Rasulullah SAW. yang lebih senang memakannya ketika sudah dikeringkan. Kurma yang satu ini mempunyai warna coklat muda dengan kulit tipis kekuningan yang membungkusnya. Kurma Sukari berbentuk bulat, bertekstur lembut dan lumer ketika berada dalam mulut. Kemudian rasanya juga manis serta legit.

3. Kurma Medjool 

Jenis kurma Medjool ini berasal dari Maroko, dengan bentuk yang lonjong memanjang dan besar. Buahnya berwarna coklat tua, berdaging tebal, beraroma harum, berserat dan rasanya cukup manis seperti caramel.

Didatangkan langsung dari Amerika Serikat, salah satu dari beberapa jenis termahal di Indonesia. Tekstur dari kurma ini lebih legit dengan bentuk yang lebih besar dari yang lain. Rasa yang diberi pun manis dengan rasa asam yang minim.

4. Kurma Thoory

Biasa kita sebut dengan kurma thuri, kurma ini sangat terkenal di Aljazair. Kurma ini mempunyai tekstur yang cenderung kering dengan warna coklat kemerahan dan kalau kurma ini di keringkan warnanya akan berubah menjadi kebiruan.

enis buah kurma Thoory merupakan salah satu yang populer di Aljazair. Tekstur kurmanya sendiri sedikit keras dan tidak terdapat kacang di dalamnya. Walaupun begitu sensasi kacangnya tetap dapat terasa dengan dominan rasa yang manis. Warna kurma Thoory ini aslinya coklat kekuningan. Namun yang menjadi unik ialah ketika mengalami pengolahan berupa pengawetan, ia bisa berubah warna menjadi kebiru-biruan.

5. Kurma Khidri

Warna dari kurma ini adalah merah maroon dan dengan bentuk yang lonjong kurma ini mempunyai rasa yang enak. Kurma ini adalah kurma yang sering dijadikan olahan berbagai makanan karena rasanya yang tidak terlalu manis.

Jenis kurma satu ini sering menjadi olahan para koki sebagai campuran pada makanan. Meskipun warnanya cenderung merah tua, ternyata dari segi rasa tidak terlalu manis dan teksturnya sangat kenyal serta kering.

6. Kurma Amir Hajj

Kurma ini adalah kurma yang terkenal di Irak, daging buahnya yang tebal dan sangat lembut membuat kurma ini sangat disenangi oleh para pembeli. Kurma ini juga dikenal dengan welcome kurma karena kurma ini sering digunakan sebagai hidangan selamat datang untuk para wisatawan.

Dalam budaya di Irak, kurma satu ini sering menjadi hidangan bagi para tamu yang berkunjung atau disebut sebagai the visitor’s date. Daging buahnya sendiri tebal, lembut, berkulit tipis, serta rasanya cenderung manis.

7. Kurma Delight Noor

Kurma berikutnya biasa didatangkan dari Tunisia atau Al-Jazair. Dalam arti bahasa Indonesia, bermakna “kurma yang bercahaya”. Karena memang warnanya akan menjadi cantik keemasan ketika terkena sinar matahari. Kurma Deglet Noor berbentuk lonjong memanjang dan teksturnya lembut dengan rasa yang mirip dengan madu.

8. Kurma Safawi

Buah kurma Safawi menjadi salah satu kurma terbaik setelah kurma Ajwa. Pohonnya pun terkenal sangat produktif menghasilkan buah, sehingga lebih gampang menemukannya daripada populasi pohon kurma Ajwa. Kurma Safawi punya kulit yang bertekstur kering serta keriput. Namun daging buahnya ternyata tebal, kenyal dan rasanya legit tapi tidak terlalu manis.

9. Kurma Zaghloul

Buah ini memiliki rasa yang sangat manis bentuknya yang lonjong dan warnanya yang merah menjadikan buah ini terlihat seperti buah melinjo. Kurma ini termasuk kurma eksklusif karena harganya yang sangat mahal dan bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang mengonsumsi kurma jenis ini.

10. Kurma muda

Di negara asalnya, kurma muda lebih dikenal dengan sebutan kurma Rutab. Kurma Rutab sendiri sebenarnya merupakan kurma yang masih setengah matang. Rasanya tidak terlalu manis dan memiliki tekstur yang agak lunak. Berbeda dengan kurma tua alias kurma Tamar yang sudah matang sempurna, memiliki rasa manis, dan teksturnya lebih lembek serta agak liat.

Kurma tidak hanya laris dijadikan santapan berbuka puasa. Bagi banyak pasangan yang ingin punya momongan, buah asal Jazirah Arab ini dipercaya dapat membantu meningkatkan kesuburan agar cepat hamil. Namun, yang dikonsumsi bukanlah buah kurma kering yang berwarna cokelat, melainkan kurma muda dengan warna sedikit kuning kehijauan.

Tips Memilih Kurma Terbaik untuk Oleh-oleh dari Tanah Suci

Salah satu oleh-oleh khas Tanah Suci yang biasanya diburu jemaah haji dan umrah adalah kurma. Buah kurma memiliki rasa manis yang khas. Selain itu kurma mempunyai kandungan nutrisi yang banyak dan memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Buah kurma juga merupakan hidangan favorit Rasulullah SAW.

Di kitab suci Al Qur’an, kurma adalah buah yang paling banyak disebut. Surah-surah yang menyebut kurma di antaranya seperti Ar-Rad, Maryam, Al-baqarah, Al-Hasyr dan Qaaf. Kurma juga disebutkan dalam banyak hadis Rasulullah.

Dalam surah Al-Ra’du ayat 4 dijelaskan bahwa kurma tumbuh dengan beragam kualitas. Beragam jenis kurma ini menjadi tanda kebesaran Allah yang menciptakan alam dan seisinya.

Dari hadis HR, Al Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa mengonsumsi kurma jenis Ajwa pada pagi hari bisa menangkal racun dan sihir selama sehari penuh. Kurma yang dimaksud adalah kurma jenis Ajwa yang berasal dari Madinah. Sebagian ulama berpendapat bahwa khasiat ini tidak hanya khusus untuk kurma Ajwa, tapi bisa untuk semua kurma yang berasal dari Madinah.

Menurut penelitian, kurma memiliki kandungan nutrisi paling tinggi dibandingkan buah lainnya. Terdiri dari kalori, karbohidrat, lemak rendah, serta serat tinggi tanpa ada kolesterol jahat di dalamnya. Kurma adalah unsur makanan yang paling baik bagi manusia. Julukannya dalam ilmu sains adalah tambang, karena banyak mengandung mineral. Kandungan gizi satu kilo kurma setara dengan dua kilo daging panggang atau tiga kilo ikan.
Di tanah suci, Kurma yang paling terkenal adalah kurma di Madinah, selain karena bentuk nya lebih besar daging buah nya pun lebih kenyal dan kering. Tempat terbaik untuk berburu kurma Madinah berada di pasar kurma (Madinah Dates Market). Letak pasar ini tepat di pusat kota Madinah atau sekitar satu setengah kilometer kearah selatan dari Masjid Nabawi.

Di Pasar Kurma Madinah ini, semua jenis kurma asli Arab Saudi seperti kurma ajwa, kurma khalasah, kurma anbara, kurma safawi, kurma khudri hingga kurma barhi bisa ditemukan. Selain itu, terdapat pula beragam jenis kurma olahan dari mulai cokelat isi kurma, kurma isi kacang, kismis hingga biskuit selai kurma.

Bagi para jemaah yang hendak membeli kurma untuk buah tangan, hendaknya memilih kurma dengan teliti. Karena biasanya beberapa pedagang terkadang menawarkan kurma dengan kualitas yang tidak terlalu baik. Untuk itu, hendaknya perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Pilihlah buah kurma yang segar dan tidak terlalu berkerut kulit arinya. Kulit ari harus mengilat dan tidak terlalu kering, warnanya seragam, dan tidak pecah-pecah.
  • Jika membeli kurma dalam kemasan, maka perhatikanlah kemasannya. Jangan sampai memilih kemasan yang sudah rusak atau terbuka dan jangan lupa memeriksa juga tanggal kedaluwarsanya
  • Pilihlah buah kurma yang besar. Bukan berarti buah kurma yang kecil itu tidak baik untuk dimakan, hanya saja buah kurma yang sudah kecil biasanya sudah lama mengering.
  • Carilah buah kurma yang tidak lengket saat dipegang. Beberapa pedagang menggunakan trik ini dengan menambahkan madu atau gula cair pada kulit kurma agar terasa manis, atau untuk menutupi rasa buah kurma yang sudah tidak baik lagi kualitasnya.
  • Buah kurma yang masih segar berwarna cokelat kemerahan atau kekuningan. Meski kurma bisa bertahan lama, namun akan lebih baik bila memilih yang masih segar.
    Jika bisa sebaiknya dicicipi dahulu, pilihlah kurma dengan tekstur dan daging buah yang empuk dan tidak keras, dan tidak berbau pastinya.
  • Sebaiknya hindari membeli kurma di tempat yang terbuka tanpa adanya penutup kemasan. Debu dan binatang yang menempel pada kulit kurma bisa mengurangi khasiatnya.

Bagaimana apakah Anda masih bingung untuk memilih kurma jenis apa yang akan Anda beli untuk oleh-oleh saat beibadah Umroh atau Haji Plus nantinya. Itu tadi sedikit informasi tentang Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh. Semoga Kita umat muslim dapat menunaikan ibadah umroh dan Haji Plus dalam waktu dekat. Aamiin YRA

 

Sumber : Himpuh : Tips Memilih Kurma Terbaik untuk Oleh-oleh dari Tanah Suci

Fakta Menarik Tentang Jabal Uhud Madinah

Inilah Fakta Menarik Tentang Jabal Uhud Madinah Yang Wajib Di Ketahui

Jabal Uhud Madinah, Gunung Tertinggi & Terbesar di Madinah, Medan Perang Sekaligus Makam 70 Syuhada

Jabal Uhud Madinah – Bagi yang pernah menjalankan Ibadah Umrah atau Haji Plus, tentu tak asing dengan bukit yang penuh sejarah bagi umat Islam ini Dalam sejarah Islam, dikenal sebuah peperangan yang disebut perang Uhud. Jabal Uhud Madinah adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah penduduk Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang artinya ‘bukit menyendiri’.

“Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud Madinah adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Barziarah di Jabal Uhud Madinah maksudnya untuk mengenang bagaimana berat dan riskan tugas Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam mempertahankan Islam, sehingga kalau mereka habis pada saat perang Uhud, mungkin jadi semua manusia tanpa kendali dan hukum rimbalah yang jadi pedoman. Perang Uhud merupakan peristiwa penting bagi umat manusia karena orang- orang kafir Quraisy di Makkah menyerbu kota Madinah sebagai tempat berkumpulnya Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Selesainya perang Uhud menyebabkan 70 sahabat Nabi Muhammad dan 30 orang kafir Quraisy terbunuh.

Di tengah-tengah lokasi Jabal Uhud Madinah terdapat dua makam pahlawan Uhud berbatu hitam yakni makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy, sementara 68 pahlawan lainnya berada dalam lokasi berpagar tembok tanpa ada tanda-tanda khusus. Nabi Harun sendiri sebagai sahabat Nabi Muhammad yang sedang sakit, kemudian meninggal dunia dan dimakamkan di salah satu tebing yang dikenal dengan tebing Nabi Harun yaitu diantara tebing-tebing bagian tengah Jabal Uhud

Fakta  Menarik Tentang Jabal Uhud Madinah

  • Terletak di sebelah Utara Madinah. Jabal Uhud Madinah adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain, gunung yang berada di Utara Madinah ini memiliki ketinggian sekitar 350 meter.
  • Jabal Uhud Madinah adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain memiliki keunikan bila dibandingkan dengan gunung yang ada di MadinahBerbeda bila dibandingkan dengan gunung yang ada di Madinah, Jabal Uhud terdiri dari gunung yang tak bersambungan dengan gunung lainnya. Hal ini membuat orang-orang di Madinah menyebutnya Jabal Uhud yang artinya bukit menyendiri.
  • Bukit yang ada di surga Satu di antara bukit yang ada di surga adalah Bukit Uhud. Hal itu tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari. “Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.
  • Gunung Tertinggi dan terbesar di Madinah atau Jabal Uhud Madinah Dilansir dari Wikipedia, Gunung Uhud terbentuk dari batu granit warna merah memanjang dari tenggara ke barat laut. Lokasinya membentang sepanjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah.
  • Menjadi saksi sejarah perang dahsyat umat Islam Perang Uhud yang merengut nyawa 70 syuhada menjadi kemunduran bagi umat muslim terjadi di Bukit Uhud. Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman para syuhada, satunya adalah Hamzah bin Abdul-Muththalib paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya berziarah di Jabal Uhud Madinah, banyak anggota jemaah Haji Plus Dan Umroh yang melakukan foto dan jemaah juga bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman menuju parkir kendaraan, terdapat puluhan pedagang yang menawarkan barang dagangannya.

Demikianlah Artikel Tentang Fakta  Menarik Tentang Jabal Uhud Madinah .Anda tertarik mengunjungi Jabal Uhud Madinah adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain? Banyaklah berdoa dan mulai menabung untuk biaya  Haji Plus dan Umroh ke Tanah Suci.. Aamiin YRA

 

Sumber : Kemenag : Jabal Uhud Saksi Bisu Perang Uhud

Mengunjungi Jabal Uhud Di Madinah Saat Umroh

Jabal Uhud , ‘Bukit Menyendiri’ yang Ada di Surga

IFrameIFrameJabal Uhud adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah penduduk Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang artinya ‘bukit menyendiri’. Suatu tempat yang saat Ctity Tour Umroh wajib untuk dikunjungi.

“Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Rasulullah SAW bersama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Usman bin Affan RA. Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Rasulullah kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya.” Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kelompok musyrikin Mekah sekitar 3.000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada itu dimakamkan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai untuk Rasul gugur karena badannya dipenuhi anak panah.

Pemakaman Syuhada

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri kembali ke Mekah, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh, sehingga ada satu liang kubur terdiri dari beberapa syuhada.

Muhammad SAW bersabda, “Mereka yang dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain kecuali ruhnya berada di dalam burung hijau yang melintasi sungai surgawi. Burung itu memakan makanan dari taman surga, dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata siapa yang akan menceritakan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga.”

Maka Allah berkata, “Aku yang akan memberi kabar kepada mereka.” Maka dari situ kemudian turun ayat (Qs 3:169) yang berbunyi, “Dan janganlah mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah itu meninggal.”

46 Tahun kemudian, yaitu pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, terjadi banjir besar sehingga makam Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin rusak berat. Ternyata, meski sudah lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat itu masih segar, seperti baru saja meninggal. Maka jasadnya dikubur di tempat lain tapi masih di kawasan Gunung Uhud

Pada tahun 1383 H, dibangun tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji, agar peziarah dapat menyaksikan makam tersebut. Di dalam areal pemakaman tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Kecintaan Rasulullah kepada para syuhada Uhud, terutama Hamzah mendorong beliau melakukan ziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Jejak ini diikuti pula oleh beberapa khalifah setelah Rasul wafat.

Dengan demikian Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi oleh para pengunjung, khususnya jemaah haji plus dan umroh. Saat itu jemaah haji dan umroh Indonesia dan mancanegara mencoba mengenang perjuangan para pejuang Islam dan berziarah.

“Bagaimana dulu ya, para pejuang melepaskan dan membidik panah kepada lawan mereka. Apalagi mungkin saat itu cuaca sangat panas,” kata Kholid anggota jemaah asal Indonesia dari bukit kecil dekat kuburan para tentara yang mati sahid atau syuhada sambil memandang ke Bukit Uhud.

Tidak hanya berziarah, banyak anggota jemaah Haji Plus dan Umroh yang melakukan foto dan jemaah juga bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman menuju parkir kendaraan, terdapat puluhan pedagang yang menawarkan barang dagangannya.

Demikian Artikel Tentang Mengunjungi Jabal Uhud Di Madinah. Semoga kita smua umat muslim bisa segera beribadah umroh dan haji plus dalam waktu dekat. Aamiin YRA.