fbpx

Miqot Haji Umroh

Apa Itu Miqot ? Ini Makna dan Jenisnya

Apa itu Miqot 

Miqat – Miqat adalah batas waktu atau tempat mulai niat ihram haji atau umrah. Miqot dibagi menjadi 2, yaitu Miqot Zamani dan Miqot Makani. Miqot Zamani adalah batas waktu untuk memulai ihram haji, yaitu dari tanggal 1 syawal sampai terbitnya fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Miqot Makani adalah batas tempat mulai ihram haji atau umrah. Miqat Makani bagi jama’ah haji di seluruh dunia.

Jenias Miqot

Miqot terbagi atas dua macam, yakni miqot zamani dan miqot makani. Sederhananya, miqat zamani merupakan batas waktu dimulainya pelaksanaan haji atau umrah, sedangkan miqat makani berdasarkan tempat dimulainya ibadah tersebut. Berikut ini pengertian miqat makani dan miqat zamani dalam ibadah haji & umrah sesuai tuntunan Islam :

  • Miqat Zamani : Batas waktu untuk memulai ihram haji, yaitu dari tanggal 1 syawal sampai terbitnya fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Jika jamaah berangkat dari Indonesia, maka mereka harus mencapai Mekah sebelum fajar tanggal 10 Dzulhijjah.
  • Miqat Makani : Batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah. Miqat Makani bagi jama’ah haji di seluruh dunia adalah adnal hilli (daerah yang lebih dekat dengan Mekah), yaitu Ji’ranah, Tan’im atau Hudaibiyah.

Sebelum melaksanakan ibadah haji dan umrah, jemaah harus memperhatikan beberapa hal wajib yang harus dilaksanakan. Yang paling utama dalam mengawali ibadah haji dan umrah adalah miqat. Miqat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti tempat yang ditetapkan⁸. Apabila melintasi miqat, seseorang yang akan memulai ibadah haji perlu mengenakan kain ihram dan berniat untuk melakukan haji.

Miqat Makani

Miqat Makani adalah batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah. Ada lima tempat yang ditetapkan sebagai Miqat Makani bagi jama’ah haji di seluruh dunia, yaitu:

  1. Zulhulaifah (Bir Ali). Bir Ali menjadi tempat miqat bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya. Jemaah haji asal Indonesia biasanya miqat di Masjid Zulhulaifah (Bir Ali) yang berlokasi 9 kilometer dari Madinah.
  2. Juhfah. Juhfah berlokasi sekitar 183 kilometer di arah barat laut Mekkah. Lokasi miqat ini biasanya digunakan jemaah dari Syria, Yordania, Mesir dan Lebanon.
  3. Qarnul Manazil (as-Sail). Lokasi Qarnul Manazil (as-Sail) di dekat kawasan pegunungan Taif, sekitar 94 kilometer di timur Makkah. Biasanya, titik miqat ini menjadi lokasi miqat bagi jemaah dari Dubai.
  4. Yalamlam. Yalamlam berada di arah tenggara Mekkah, dengan jarak sekitar 92 kilometer. Ini adalah lokasi miqat bagi jemaah dari Yaman dan mereka yang melalui rute yang sama, seperti jemaah dari India, Pakistan, China, dan Jepang. Jemaah haji Indonesia yang mengambil miqat saat perjalanan di pesawat biasanya dilakukan ketika pesawat mendekati Yalamlam/Qarnul Manazil.. Kru pesawat akan mengumumkan jika pesawat sudah akan melintas di atas Yalamlam/Qarnul Manazil. Jika mengambil miqat di pesawat, maka jemaah dianjurkan segera berpakaian ihram dan melakukan niat haji/umrah di dalam hati dan mengucapkannya dengan lisan.
  5. Zatu Irqin. Lokasi miqat ini berjarak sekitar 94 kilometer di arah timur laut Mekkah. Biasanya, digunakan sebagai lokasi miqat jemaah dari Iran dan Irak atau yang melalui rute yang sama.. Jika Anda ingin memulai ibadah haji atau umrah, pastikan untuk memperhatikan batas waktu dan tempat mulai ihram haji atau umrah.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Miqat Makani

Miqat Makani adalah batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah. Berdasarkan pengertian di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan Miqat Makani dalam ibadah haji dan umrah:

  • Pastikan Anda sudah mengetahui lokasi Miqat Makani yang ditetapkan bagi jama’ah haji di seluruh dunia.
  • Pastikan Anda sudah memperhatikan batas waktu dan tempat mulai ihram haji atau umrah.
  • Pastikan Anda sudah mengenakan pakaian ihram sebelum melintasi Miqat Makani.
  • Pastikan Anda sudah berniat untuk melakukan haji atau umrah sebelum melintasi Miqat Makani.
  • Pastikan Anda sudah memperhatikan aturan yang berlaku saat melakukan Miqat Makani.

Dengan miqot sebagai titik awal keseriusan dan kehusuk an ibadah umroh dan haji, kita membangun fondasi ibadah umroh dan haji yang kuat. Semoga setiap langkah yang diambil di miqot ini menjadi bukti niat tulus kita untuk mendekatkan diri pada-Nya dan mendapatkan umroh dan haji yang mabrur. Mari kita jaga kesucian hati dan tekad, sehingga perjalanan ibadah ini menjadi pengalaman yang membawa kemabruran dan meraih pahala dan keberkahan bagi kita semua.

Yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Miqot Makani

Bagi jemaah haji/umrah asal Indonesia, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat miqat:

Miqat di Bir Ali dilakukan sebelum bertolak ke Mekkah. Seluruh jemaah sudah mengenakan pakaian ihram. Bagi jemaah laki-laki, mereka harus melepas semua pakaian dalam sebelum berangkat dari hotel dan berpakaian ihram menuju Zulhulaifah/Bir Ali. Mengenakan pakaian ihram juga bisa dilakukan di lokasi miqat.

Melaksanakan shalat sunah ihram sebanyak 2 rakaat di Bir Ali. Selanjutnya, jemaah berniat ihram umrah/haji. Niat disampaikan dalam hati dan mengucapkan secara lisan. Bagi jemaah perempuan yang sedang haid atau jemaah yang sakit, mereka bisa berniat ihram umrah atau haji di dalam bis.

Setelah miqat dan mengucapkan niat, maka berlaku larangan-larangan saat berihram. Larangan saat berihram bagi jemaah laki-laki di antaranya adalah mengenakan pakaian biasa, sepatu yang menutup tumit, dan dilarang memakai tutup kepala.

Sementara, bagi jemaah perempuan, larangannya adalah tidak boleh berkaus tangan dan menutup muka. Jemaah, baik laki-laki maupun perempuan, juga dilarang menggunakan wangi-wangian (kecuali sebelum berihram), melakukan hubungan suami-istri, memotong kuku, mencabut/memotong rambut atau bulu, serta tak boleh memburu binatang.

Dalam perjalanan dari miqat menuju Masjidil Haram, jemaah dianjurkan banyak membaca talbiyah. Bacaan talbiyah yaitu:

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka labbaik

Arti dari bacaan talbiyah sebagai berikut, “Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu ya Allah dan tiada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, serta kekuasaaan hanya bagi-Mu tanpa sekutu apa pun bagi-Mu.”

Dengan mengetahui apa saja yang akan dijalani saat menjalankan ibadah haji dan umrah, termasuk miqat, maka akan memudahkan kita saat melakukan rangkaian ibadah. Bekal pengetahuan ini insha Allah dapat menjadi penuntun kita dalam beribadah. Bagi Sobat Principal, yuk semangat membekali diri sebelum ke Tanah Suci!

 

Sumber :  Detik : Mengenal Miqat dalam Ibadah Haji Dan Umroh