fbpx

Mengunjungi Masjid Quba Saat Umroh

Masjid Quba Madinah Kunjungan Wajib Jamaah Umroh

Ketika Umroh dan Haji Plus biasanya ada waktu dimana Jamaah Mengunjungi Masjid Quba. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi Jamaah Umroh Saat Berada Di Madinah. Nah berikut Di Ulas singkat tentang Mengunjungi Masjid Quba Saat Umroh, sebagai bagian dari napak tilas perjalanan dakwah Rosulullah saw.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Letak Lokasi Masjid Quba

Masjid Quba terletak di sebuah desa dengan nama yang sama di 6 kilo meter kota Madinah yang saat ini masjid dan desa tersebut telah menjadi bagian dari kota Madinah. Alasan penamaan masjid ini dengan nama Masjiq Quba disebutkan karena masjid ini dibangun di samping desa Quba. Penamaan desa ini juga dikarenakan memiliki sumur yang terkenal dengan nama sumur Quba.

Sejarah Masjid Quba Madinah

Menurut beberapa riwayat, Masjid Quba Madinah merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah pada saat hijrah ke Madinah. Mesjid Quba Madinah merupakan bangunan yang di dirikan atas dasar taqwa, sebab menurut catatan sejarah masjid ini di dirikan Rasulullah  pada saat unta yang di tunggangi nya berhenti dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, dan merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad ﷺ di Kota Madinah sebelum Masjid Nabawi.

Ketika Rasulullah ﷺ hijrah dari Mekkah atas perintah Allah untuk menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy, yang bertepatan pada Senin 8 Rabiul Awal atau 23 September 622 Masehi. Dalam upaya hijrah itu, lokasi pertama yang disinggahi Rasulullah ﷺ adalah Gua Jabal Tsur. Di dalam gua ini, Rasulullah ﷺ bersembunyi bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy.

Setelah kondisinya dirasa aman, Rasulullah ﷺ kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Beliau memilih jalan yang berbeda dari jalan umum. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertemuan secara langsung dengan orang-orang kafir Quraisy.

Dan sebelum tiba di Madinah, Rasulullah ﷺ sempat singgah di beberapa tempat dan salah satunya adalah Quba bersama Bani ‘Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al-Hadm.

Hanafi al-Malawi dalam bukunya Tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah ﷺ, menjelaskan, Rasulullah ﷺ tinggal di desa Quba selama empat hari dan kemudian membangun sebuah masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Quba.

Inilah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasulullah ﷺ kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

”Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Setelah masjid berdiri, Rasulullah ﷺ menjadi imam ketika melaksanakan shalat berjamaah secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba yang kiblatnya yang pada saat itu mengarah ke Masjid Al-Aqsha.

Keistimewaan dan Keutamaan Masjid Quba Madinah

Maejid Quba Madinah bukan hanya memiliki nilai sejarah saja, akan tetapi ada keistimewaan dan keutamaan yang bisa dijadikan amalan untuk menambah keimanan kita kepada Allah Azza wa jalla. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang didirikan Rasulullah SAW bersama sahabat.  

Pahala orang yang sholat di Masjid Quba seperti pahala orang yang melaksanakan umroh. Rasulullah SAW bersabda:

من تطهر في بينته ثم أتى مسجد قباء، فصل فيه صلا ة، كان له كأجر عمرة

“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu sholat di dalamnya dengan suatu sholat, baginya seperti pahala orang yang melaksanakan umroh.” (HR Ibnu Majah).

Saad bin Abi Waqqash, radhiyallahu ‘anhu berkata: 

لأن أصلي في مسجد قباء (ركعتين) أحب إلي من أن أصلي في مسجد بيت المقدس

“Sungguh aku sholat di Masjid Quba (dua rakaat) lebih aku sukai daripada sholat di Masjid Al-Aqsa.” (HR Al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu Syabbah).

Sementara itu, terkait dengan sejumlah berkaitan dengan sholat di Masjid Quba, ada beberapa ketentuan yang menopang keutamaan tersebut yaitu 

Pertama untuk bisa mendapatkan pahala Umroh dengan sholat di Masjid Quba, hendaknya seseorang berwudhu dari rumahnya atau dari hotelnya.

Kemudian setelah itu menuju ke Masjid Quba, sebagian ulama tidak mempersyaratkan berwudhu di rumah untuk mendapat pahala ini. Di antaranya Ibnu Tamimiyyah dan As-Sindi. Namun semua sepakat bahwa berwudhu di rumah baru berangkat menuju Masjid Quba lebih afdal.

Kedua, jika telah berwudhu dari rumah atau hotel, lantas di tengah perjalanan menuju Masjid Quba wudhunya batal, silakan dia berwudhu lagi karena batalnya wudhu tersebut tidak menghalangi pahala umroh

Ketiga sholat yang dinilai dengan pahala umrah bersifat umum, baik sholat fardu maupun sholat sunnah.

Setelah masjid berdiri, Rasulullah ﷺ menjadi imam ketika melaksanakan shalat berjamaah secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba yang kiblatnya yang pada saat itu mengarah ke Masjid Al-Aqsha.

Mesjid Quba Madinah bukan hanya memiliki nilai sejarah saja, akan tetapi ada keistimewaan dan keutamaan yang bisa dijadikan amalan untuk menambah keimanan kita kepada Allah Azza wa jalla.Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad ﷺ. selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan salat dua rakaat. 

Tak heran jika para jamaah dari berbagai negara singgah di masjid ini dan menunaikan shalat dua rakaat. Jamaah haji asal Indonesia dan Turki berlomba-lomba mengunjung masjid ini. Seusai shalat, dua rakaat mereka memanjatkan doa di bawah kubah masjid yang menawan ini. Oh iya, Masjid Quba memiliki enam kubah besar, masing-masing berdiameter 12 meter. Tak hanya itu, masjid ini juga dilengkapi dengan 56 kubah kecil yang berdiameter enam meter.

Para jamaah bisa menikmati arsitektur Masjid Quba yang menawan. Masjid yang telah berkali-kali di renovasi ini masih tetap mempertahankan bentuk arsitekturnya yang bernuansa tradisional.

Di sisi selatan, terdapat galeri terbuka dengan deretan tiang-tiang, sedangkan sebelah utara terdapat dua serambi bertiang. Tak heran jika arsitektur Masjid Quba dicontah masjid-masjid lainnya. Meski tak berada di Makkah, namun masjid ini menyediakan air zamzam, Para peziarah bisa menikmati segarnya air zamzam. Seorang petugas akan melayani para jamaah yang ingin meneguk segarnya air yang berasal dari sumur tertua di dunia itu.

Bagi Anda yang suka berbelanja, di luar Masjid Quba banyak pedagang kaki lima yang menawarkan beragam barang kebutuhan haji dan umrah serta oleh-oleh. Barang-barang itu ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Sebuah peci,mislanya, hanya dijual sekitar dua riyal. Bila Anda beruntung, ada saja orang yang memberi hadiah berupa buah-buahan atau kurma yang sangat lezat.

‘’Hadiah… hadiah… Halal.. halal,’’ ujar seorang petugas haji daerah membagi kurma yang diperolehnya dari seorang hamba Allah. Jadi, para peziarah Masjid Quba tak hanya mendapat pahala setara umrah, namun juga mendapat hadiah buah kurma.

Demikian artikel Mengunjungi Masjid Quba Saat Umroh. Semoga mengobati rasa kangen Baitullah saya dan kita semua. Semoga tahun ini kita semua bisa berangkat Umroh dan Haji Plus Bersama Alhijaz Indowisata. Aamiin YRA

 

Sumber : Republika : Masjid Quba dan Keutamaan Umrah